Guru Honorer Madrasah Gerudug Kanwil Kemenag Jabar

  • Whatsapp
Guru honorer madrasah meminta Kemenag Jabar menindak tegas Kemenag kabupaten/kota yang telat cairkan TPG. (jabartoday/eddy koesman)
Guru honorer madrasah meminta Kemenag Jabar menindak tegas Kemenag kabupaten/kota yang telat cairkan TPG. (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Puluhan guru honorer madrasah di Jawa Barat mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Rabu (23/11). Mereka meminta pertanggungjawaban Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jabar terkait kisruh pencairan tunjangan puluhan profesi guru (TPG) honorer tahun 2015.

Berdasarkan informasi, guru honorer madrasah yang telah memiliki surat keputusan (SK) tunjangan profesi guru (inpassing) sejak 2011 dijanjikan mendapat tunjangan profesi guru selama satu tahun anggaran, yakni tahun 2015. Adapun alokasi dana tersebut untuk Provinsi Jabar mencapai Rp 83 miliar, bagi sekitar 10.000 lebih guru honorer madrasah.

Namun kenyataannya, hingga kini baru beberapa daerah yang telah menunaikan pencairan TPG tersebut. Dan, itupun baru untuk enam bulan. Adapun kabupaten/kota yang telah mencairkan dana tersebut baru di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, serta Kabupaten Majalengka. Dengan jumlah guru tidak lebih dari 2000 orang.

“Menurut Kemenag pusat, uang tersebut sudah didistribusikan langsung ke masing-masing kabupaten/kota, agar lebih memerlancar proses penyaluran. Selain itu, Sekretariat Jenderal Kemenag juga telah mengeluarkan Surat Edaran yang menginstruksikan percepatan pencairan TPG inpassing,” ujar Sekjen FGHM Kabupaten Tasikmalaya Diana Heriyati, saat ditemui, di sela unjuk rasa.

Tak hanya itu, para guru mengeluhkan catatan data yang dimiliki Kanwil Kemenag Jabar. Sehingga, ada dari mereka yang tak tercantum sebagai penerima TPG.

Untuk Jabar, guru honorer madrasah yang memiliki SK inpassing mencapai 20.000 orang lebih, namun jumlah yang tersertifikasi baru 50 persen.
Untuk itu, para guru honorer tersebut menuntut Kemenag Jabar menindak Kemenag kabupaten/kota yang telat mencairkan TPG inpassing.

“Selain itu, minta Kemenag Jabar menyerahkan data guru honorer madrasah yang memiliki SK Inpasing, serta segera melakukan verifikasi susulan bagi guru honorer madrasah yang tidak terajukan untuk diverifikasi Inspektorat Jenderal sebelum akhir tahun,” tandas Diana.

Sementara itu, Kasubag Informasi Masyarakat Kemenag Jabar Ahmad Shiddiq menuturkan, pihaknya telah mengeluarkan SK inpassing terhadap 20.000 guru honorer madrasah di Jawa Barat. Namun, dalam tahap awal verifikasi, pemerintah pusat baru memberikan jatah terhadap 10.579 guru honorer. Bahkan, dalam verifikasi lanjutan, dari 10.579 guru honorer yang terdata tersebut, hanya 9.818 orang yang dinyatakan layak.

Meski demikian, pihaknya mengaku akan mengusulkan para guru honorer yang belum mendapatkan haknya dalam tahap kedua. Atau pengusulan pencairan TPG terhadap sekitar 9.500 guru honorer lainnya.

“Kami akan menampung aspirasi mereka, bahkan sisa guru honorer yang belum mendapatkan haknya sekitar 9.500 orang akan kami usulkan ke pemerintah pusat,” tukas Shiddiq. (koe)

Related posts