Financial Closing Kelar, Ground Breaking Monorel Bergulir

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Pendanaan menjadi salah satu aktor penting dalam menggulirkan sebuah proyek pembangunan. Hal itu pun berlaku pada proyek raksasa yang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, yaitu pembangunan monorail (monorel) Bandung Raya.

“Monorel Bandung Raya menghubungkan empat kota-kabupaten Bandung Raya, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang,” tandas Asisten Administrasi Pemprov Jabar, Iwa Karniwa, pada Diskusi Pembangunan Asset Jabar di Sekretariat Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb), Jalan Beruang Nomor 2 Bandung, akhir pekan kemarin.

Iwa mengungkapkan, pihaknya memproyeksikan pembangunan proyek raksasa sepanjang 90,28 kilometer yang membutuhkan nvestasi total mencapai 1,84 miliar Dollar Amerika Serikat (AS) tersebut tuntas pada 2018. Pembangunannya, lanjut Iwa, terdiri atas 5 trase. Trase pertama, ucapnya, Leuwipanjang-Tanjung Sari sepanjang 28,95 kilometer Investasinya 578,9 juta Dollar AS. Trase ke-2, tambahnya, Leuwipanjang-Soreang, sepanjang 11,74 kilometer dan butuh investasi 234,8 juta Dollar AS.

Trase ke-3, lanjutnya, menghubungkan Dago dan Soekarnohatta (Pasirluyu) sepanjang 24,67 kilometer. Kebutuhan dana investasinya, sebut dia, sejumlah 295,7 juta Dollar AS. Selanjutnya, trase ke-4 antara Kopo dan Cililin, yang panjangnya 24,67 kilometer. Ruas ini, kata Iwa, butuh investasi 493,4 juta Dollar AS. Sedangkan trase ke-5, ungkapnya, jalur yang menyambungkan Gede Bage-Majalaya. Panjangnya, ujar dia, 12,45 kilometer dan membutuhkan anggaran sebesar 240 juta Dollar AS.

Dalam merealisasikan proyek itu, pihaknya menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Cina, yaitu China National Machinery Import and Export Corporation (CNMC). Selain itu, ucapnya, pihaknya pun membentuk perusahaan lokal, yaitu PT Jabar Monorail (JM). Upaya berikutnya, membangun perusahaan joint venture, yaitu antara PT JM dan CNMC.

Berdasarkan rencana, pembangunan trase pertama menjadi awal pembangunan monorel Bandung raya. Rencananya, beber Iwa, ground breaking trase pertama bergulir Juli tahun ini. Namun, jelasnya, hal itu dapat terlaksana apabila financial closing (kesepakatan dana). Iwa mengharapkan financial closng tuntas dalam waktu dekat. Hal itu, terangnya, dapat membuat pembangunan monorel trase pertama segera bergulir.

Menurutnya, kehadiran monorel di Bandung Raya merupakan kebutuhan yang mendesak. Dasarnya, jelas dia, dalam beberapa tahun mendatang, Bandung Raya terancam traffick jam alias kemacetan yang parah. “Kondisi lalu lintas di Bandung Raya merupakan permasalahan serius. Jadi, butuh moda transportasi massal yang mumpuni. Monorel menjadi opsinya,” tutup Iwa. (ADR)

Related posts