Harga Elpijji Turun, Pebisnis Makanan Masih Bingung

Jabartoday.com/net
Jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Setelah sempat mengalami kenaikan harga jual, baru-baru ini, pemerintah memutuskan untuk kembali menurunkan harga jual elpiji 12 kilogram. Berdasarkan putusan tersebut, kini, harga jual komoditi vital tersebut bernilai Rp 129 ribu per tabung. Tentu saja, putusan itu mendapat sambutan dan respon positif publik di negara ini, termasuk kalangan pebisnis, utamanya, pebisnis makanan di Jabar.

Ketua Koperasi Asosiasi Industri Kecil Menengah Agro (AIKMA), Suyono, Senin (19/1), menyatakan, pihaknya merespon secara positif putusan pemerintah berkaitan dengan harga jual elpiji 12 kilogram. Namun, sambungnya, perkembangan kondisi tersebut cukup membingungkan kalangan pelaku bisnis industri makanan. Pasalnya, jelas dia, tidak sedikit pebisnis industri makanan yang bingung menyusun perencanaan akibat fluktuatifnya harga jual elpiji tersebut. “Memang, ini adalah putusan yang baik. Turunnya harga jual elpiji 12 kilogram dapat meringankan beban kalangan pengusaha. Tapi, untuk menyusun perencanaan, perubahan harga elpiji 12 kilogram tersebut yang begitu cepat membuat kami bingung,” tandas Suyono.

Hal lainnya, tambah Suyono, berkaitan dengan ketersediaan elpiji 12 kilogram untuk memenuhi kebutuhan. Ditegaskan, pemerintah sebaiknya memberi garansi bahwa pasokan dan ketersediaan elpiji 12 kilogram dalam kondisi aman. Itu karena, terangnya, khusus bagi para pelaku bisnis industri makanan, elpiji 12 kilogram merupakan komponen penting. “Adanya perubahan harga jual elpiji 12 kilogram berpengaruh besar pada harga jual produk industri makanan,” sahutnya.

Sedangkan jika ketersediaan tidak terjamin, imbuhnya, hal itu pun mengganggu produksi. Tentunya, hal itu tersebut menjadi permasalahan yang serius bagi para pebisnis kulinerl. Tuntutan ketersediaan pasokan tersebut, ungkap Suyono, karena selama 6 bulan terakhir, pebisnis industri makanan sulit memperoleh komoditi itu pada level agen.

Untuk itu, cetusnya, pihaknya berharap pemerintah menggulirkan subsidi bagi para pelaku bisnis kuliner, utamanya, skala mikro, kecil, dan menengah (MKM) sesuai janji pemerintahan era Kabinet Kerja, yang isinya pro pengusaha kecil. Usulnya, ucap dia, pemerintah menerbitkan kartu UMKM bagi pelaku usaha sektor MKM untuk pembelian elpiji berharga terjangkau. “Ini dapat meningkatkan daya saing apalagi ajang AEC (ASEAN Economic Community) segera bergulir sehingga persaingan semakin ketat,” tutupnya. (ADR)

Related posts