Ekonomi Jadi Alasan Pasangan Ini Bikin Video Mesum

  • Whatsapp
Ditreskrimsus Polda Jabar melakukan jumpa pers di Mapolda Jabar, Jumat (19/3/2021). Ditreskrimsus membongkar praktik pembuatan video asusila yang dilakukan sepasang kekasih di kawasan Kabupaten Bogor. (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Sepasang kekasih yang video mesumnya tersebar dan viral di media sosial berhasil diamankan oleh polisi. RTM (31) dan PVT (30) diamankan di sebuah kos-kosan di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi Adrimulan Chaniago menerangkan, pengungkapan kasus berawal dari patroli siber yang dilakukan oleh Subdit V Unit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar. Dalam patroli yang dilakukan di jaringan internet dan media sosial, petugas mendapati adanya video asusila.‎

“Dalam upaya penyelidikan, tim melakukan analisa terhadap video asusila yang viral tersebut. Kemudian diketahui bahwa video asusila tersebut diduga direkam di salah satu hotel di wilayah Kabupaten Bogor,” ujar Erdi, di Markas Polda Jabar, Jumat (19/3/2021).

Selanjutnya, petugas melakukan pengecekan ke hotel tempat direkamnya video asusila tersebut dari data yang didapatkan diketahui bahwa pelaku merupakan pasangan kekasih.

“Tim berhasil mengamankan dua orang ini di sebuah kos-kosan di daerah Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Anggota kemudian membawa keduanya ke Ditreskrimsus Polda Jabar guna pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga

Dari pemeriksan, pasangan ini telah memproduksi 26 video porno sejak November 2020, yang dijual secara per tayangan (pay-per view) guna mendapatkan keuntungan. Dari 1.000 viewers (penonton), kedua orang ini memeroleh Rp 6.000. 

“Mereka sudah mendapatkan keuntungan Rp 19,5 juta dari menjual konten di situs porno. Motifnya karena kebutuhan ekonomi, untuk memenuhi kehidupan sehari-hari,” ucap Erdi. 

Selain dua tersangka, polisi juga menyita barang bukti seperti stabilizer, lazy pod, kartu ATM, jam tangan, ponsel, akun member situs porno, simcard, baju merah, jaket, tas, sendal, dan kacamata.

Akibat aksinya, keduanya dijerat Pasal 27 Ayat (1) jo Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lalu, Pasal 4 Ayat (1) UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Mereka terancam pidana paling lama 12 tahun penjara. (*)

Related posts