Dorong Kepesertaan, BPJS Naker Maksimalkan e-Payment

(erwin adriansyah)
(erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – CIKARANG — Meningkatkan kepesertaan menjadi salah satu opsi dan misi utama yang diusung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaa (Naker). Karenanya, lembaga yang sebelumnya bernama PT Jamsostek (Persero) itu terus menyusun berbagai strategi dan siap melakukan berbagai upaya.

“Antara lain, terus melakukan sosialisasi. Kami perlu melakukannya (sosialisasi) supaya masyarakat memahaminya. Soalnya, mulai 1 Juli 2015, kami, BPJS Ketenagakerjaan, beroperasi secara penuh. Saat itu, kami memiliki 4 program, yaitu Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP),” tandas Direktur Kepesertaan dan Hubungan Antar-Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, Junaedi, peresmian Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cikarang, kawasan Jababeka, Kabupaten Bekasi, kemarin (15/2).

Berkaitan dengan penambahan kepesertaan, Junaedi mengutarakan, pihaknya tidak hanya menyasar pekerja sektor formal, tetapi juga informal atau bukan penerma upah. Tentunya, tegas dia, pihaknya menyiapkan berbagai jurus dan strategi untuk mempermudah calon peserta pekerja, tidak hanya pendaftaran, tetapi juga pembayaran iuran. Untuk calon peserta pekerja informal, ungkap Junaedi, pihaknya memanfaatkan dan memaksimalkan kemajuan teknologi informasi (TI). Caranya, melalui sistem e-payment. “Polanya, kami bekerjasama dengan minimarket dan operator seluler,” sahut Junaedi.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, berpendapat, bagi para tenaga kerja, penjaminan sosial merupakan unsur yang sangat penting. Itu karena, terang bintang iklan dan aktor kawakan tersebut, adanya penjaminan sosial dapat menciptakan suasana kerja yang kondusif. Efeknya, produktivitas naik sehingga roda ekonomi dan kesejahteraan pun meningkat. “Perlindungan pekerja harus menjadi hal yang utama. Beri sikap tegas bagi perusahaan yang tidak membandel, yaitu yang tidak mendaftarkan para pekerjanya sebagai peserta. Ini amanat undang undang,” tegas Deddy.

Berkenaan dengan ketenagakerjaan di Jabar, dalam acara yang juga tampak hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar, Hening Widiatmoko, Deddy menyebutkan, di Jabarjumlah angkatan kerja di Jabar sebanyak 20,2 juta orang. Itu terdiri atas 18,4 juta orang tercatat sebagai pekerja beragam sektor. “Sisanya, adalah para pencai kerja,” pungkas Deddy. (ADR)

 

Related posts