Home » Ekonomi » Bangun Perumahan, BPJS Naker Siapkan Triliunan Rupiah

Bangun Perumahan, BPJS Naker Siapkan Triliunan Rupiah

(erwin adriansyah)
(erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – CIKARANG — Hingga saat ini, kebutuhan perumahan belum sepenuhnya terpenuhi. Padahal, perumahan menjadi salah satu kebutuhan primer. Melihat kondisi itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (Naker) melakukan berbagai hal berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan perumahan, khususnya, bagi para peserta BPJS.

“Benar. Kami memang menyusun sebuah rencana untuk melakukan pembangunan perumahan berbentuk rumah susun sewa,” tandas Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Herdi Tristanto, usai peresmian Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cikarang, kawasan Jababeka, Kabupaten Bekasi, kemarin (15/2).

Herdi meneruskan, untuk merealisasikan rencana itu, pihaknya mengalokasikan dana 5 persen total invetasi tahun ini. Disebutkan, tahun ini, pihaknya siap berinvestasi Rp 150 triliun. “Khusus untuk pembangunan sektor perumahan, kami alokasikan sekitar Rp 5-6 triliun. Setiap tahun, kami upayakan untuk menaikkan dana bagi sektor perumahan,” ungkap Herdi.

Herdi menyatakan, angka Rp 5-6 triliun bagi sektor perumahan itu masih tergolong kecil. Menurutnya, idealnya, alokasi dana bagi sektor perumahan untuk para peserta BPJS Ketenagakerjaan sebesar 30 persen total dana investasi atau sekitar Rp 50 triliun. “Apabila seperti itu, BPJS Tenagakerja dapat memiliki cukup dana membangun rumah susun sewa yang banyak di Indonesia,” lanjutnya.

Direktur Kepesertaan dan Hubungan Antar-Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, Junaedi, menimpali, pada tahun ini, ada beberapa titik yang menjadi lokasi pembangunan rumah susun sewa. Diungkapkan, rencananya, lembaga yang sebelumnya bernama PT Jamsostek (Persero) tersebut membangun 6 blok rumah susun sewa. “Lolasinya Jabar, Jatim, Jateng, Sumatera Utara (Medan), dan Sulawesi Selatan (Makassar). Khusus Jabar, Bandung menjadi titik pembangunan rumah susun sewa. Di Jabar, kami berencana membangun 2-4 blok rumah susn sewa,” terang Junaedi.

Diutarakan, dalam pemilihan lokasi pembangunan, pihaknya memprioritaskan titik yang banyak berdiri dan beroperasi industri padat karya. Targetnya, sambung Junaedi, adalah para pekerja industri tersebut, yang tentunya, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Upaya kami ini pun sebagai pendukung program pemerintah, yaitu membangun 1 juta hunian,” sahut Junaedi.

Agar terealisasi, Junaedi mengemukakan, pihaknya berencana menggandeng pihak lain, yaitu perbankan dan pengembang perumahan. Pada semester awal tahun ini, cetus Junaedi, pihaknya memproyeksikan pembangunan rumah susun sewa. Itu karena pada 1 Juli 2015, pemerintah menerbitkan payung hukum yang mengatur hal tersebut, termasuk program Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP).

Pada kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan pun menjalin kesepakatan dengan developer. Isi kesepakatannya, dalam hal pembangunan perumahan bagi pekerja di Kabupaten Bekasi. Luas lahannya mencapai 660 hektare. (ADR)