
Kuat dugaan, rusaknya sejumlah bus otu akibat aksi pelemparan oknum-oknum suporter. “Saat itu, 25 bus membawa bobotoh ke SUGBK. Usai pertandingan final, bus-bus kami dilempari oknum-oknum yang kami duga adalah suporter tim lain. Kejadiannya di Karawang. Akibatnya, 7 unit bus rusak dan tidak dapat kami operasikan,” tandas Herman Supriadi, Manajer Usaha Perum DAMRI Bandung, di tempat kerjanya, Jalan Soekarnohatta Bandung, belum lama ini.
Diungkapkan, pihaknya memberangkatkan 25 bue itu karena ada penjaminan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Saat itu, Pemkot Bandung berjanji siap bertanggung jawab jika terjadi perusakan. Akan tetapi, janji tersebut secqra lisan, bukan tertulis. Hingga kini, pihaknya masih menunggu realisasi janji Pemkot Bandung.
Menurutnya, rusaknya ke-7 bus itu menyebabkan kerugian puluhqn juta rupiah. Itu, lanjutnya, belum termasuk hilangnya omzet. Rata-rata, sebutnya, omzet bernilai Rp 1,5 juta per bus setiap harinya. “Karenanya, kami berharap Pemkot merealisaikan janjinya,” tutup Herman. (ADR)





