Sumber Air Susut, Bandung Terancam Kekeringan

ISTIMEWA
ISTIMEWA
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejak beberapa bulan terakhir, kemarau melanda. Efeknya begitu banyak. Selain berpengaruh pada sektor pertanian, yang tidak kalah vitanya, dampaknya terjadi pada ketersediaan air baku. Akibat panjangnya musim kemarau, Kota Bandung terancam kekeringan dan kekurangan air.

“Saat ini, kami menyatakan, Kota Bandung darurat air. Itu karena beberapa sumber air yang menjadi pemasok kebutuhan Kota Bandung, yaitu Situ Cileunca, Situ Cipanunjang, dan Sungai Cikapundung, debet airnya susut drastis,” tandas Kepala Humas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bandung Tirtawening, Tarsum, di tempat kerjanya, Jalan Badak Singa Bandung, Jumat (23/10).

Tarsum mengungkapkan, susutnya sumber air itu terlihat pada kondisi di Situ Cipanunjang. Dalam kondisi normal, ungkapnya, ketinggian air di Situ Cipanunjang sekitar 8 meter. Namun, lanjut dia, saat ini, tinggi air pada danau tersebut hanya hingga mata kaki orang dewasa.

Begitu pula dengan pasokan Sungai Cikapundung. Dalam kondisi normal, ucapnya, pasokannya sekitar 400 liter per detik. Saat ini, imbuh dia, tidak melebihi 100 liter per detik. Padahal, kata dia, kebutuhan air di Kota Bandung, yang jumlah pelanggannya mencapai 153 ribu pelanggan, tergolong tinggi. Angkanya, tukas Tarsum, sekitar 1.800 liter per detik. “Saat ini, maksimal sekitar 800-900 liter per detik atau merosot 50 persen,” ungkapnya.

Selain ancaman kekeringan, kondisi dan kualitas air di Kota Bandung pun turun. Pasalnya, kilah dia, ketika kemarau, tepian-tepian sumber mata air mengering. Situasi itu dimanfaatkan sebagian pihak untuk menanam tanaman. “Setelah tanaman tumbuh, mereka menyemprotkan pestisida. Otomatis, cairan kimia itu menyebar pada air sehingga kualitas air pun turun,” kata dia.

Menyikapi hal itu, Tarsum mengutarakan, pihaknya mengajukan usul kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Usulnya, sahut Tarsum, berharap Pemkot Bandung menyediakan sumber-sumber air baru. Usul berikutnya, sambungnya, mengharapkan Pemkot Bandung merealisasikan rencana membangun botol-botol penampunan dan resapan air raksasa, yang rencananya, berlokasi di Gede Bage. (ADR)

Related posts