Direksi Lengkap, BJB Siap Tancap Gas

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko bank bjb, Agus Mulyana (kanan), mendapat ucapan selamat Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (kiri) dan Dirut bank bjb, Ahmad Irfan (tengah).
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko bank bjb, Agus Mulyana (kanan), mendapat ucapan selamat Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (kiri) dan Dirut bank bjb, Ahmad Irfan (tengah).

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Setelah melalui berbagai proses, akhirnya, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb memiliki komposisi direksi yang lengkap. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), yang agendanya membahas sekaligus mengangkat sosok untuk mengisi posisi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko yang lowong, para pemegang saham sepakat menunjuk Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko bank bjb.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, mengaku bersyukur bahwa kini lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten tersebut, kini, memiliki jajaran direksi yang lengkap. “Tinggal komisaris utama. Mudah-mudahan, komisaris pun segera lengkap. Itu karena Pak Taufik (Taufiqurrahman Ruki), menyatakan siap untuk kembali menjadi Komisaris Utama bank bjb,” tandas Aher, sapaan akrabnya, usai RUPS LB bank bjb di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatotsubroto Bandung, belum lama ini.

Aher meneruskan, kesiapan dan kesiadaan Taufiqurrahman Ruki tersebut karena yang bersangkutan segera habis masa tugasnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pihaknya, ucap dia, sudah berkomunikasi dengan Taufiqurrahman Ruki mengenai posisi Komisaris Utama bank bjb.

Mengenai kelengkapan direksi, Aher menegaskan, pihaknya menginginkan kinerja lembaga perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan Bandung tersebut menjadi jauh lebih baik. Menurutnya, pada triwulan I tahun ini, bank bjb berhasil meraup laba bersih yang melampaui target, yaitu senilai Rp 388 miliar atau lebih tinggi 18,9 persen daripada periode sama 2014.

“Triwulan II pun sesuai target. Karenanya, kami harap Triwulan III dan IV pun mengalami catatan positif sehingga akhir tahun ini, proyeksinya, laba tumbuh menjadi Rp 1,6-1,7 triliun. Insyaallah, apabila terealisasi, berarti melebihi pencapaian laba tahun lalu, yang nilainya Rp 1,1 triliun,” papar Aher.

Soal pekerjaan rumah bagi Agus Mulyana selaku pemangku Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko yang baru, Aher meminta bank bjb supaya lebih meningkatkan kepatuhan dan kehati-hatiannya. Selain itu, sambungnya, juga harus lebih teltiti dan jeli untuk menata sekaligus menganalisa kredit mana saja yang layak dan tidak. “Ini semua untuk menjaga kinerja,” ucapnya.

Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, menmbahkan, hadirnya Agus Mulyana membuat pihaknya memiliki kelengkapan jajaran direksi. Menurutnya, kehadiran direktur kepatuhan dan manajemen risiko merupakan hal yang dibutuhkan setiap lembaga perbankan.

“Salah satu fokus kami yaitu menekan non-performing loans (NPL) atau kredit bermasalah. Terisinya posisi direksi kepatuhan dan manajemen risiko membuat kami lebih meningkatkan kehati-hatian,” ucapnya.

Sementara itu, Agus Mulyana, menyatakn, pihaknya siap memastikan bahwa sejauh ini, bank bjb menjalankan bisnis yang sesuai aturan. “Kami siap memagari, membatasi, dan memitigasi beragam risio. Kami siap meningkatkan dan memperkuat prudential system. Ini demi kinerja bank bjb yang jauh lebih baik lagi pada masa mendatang,” tutup pria yang sebelumnya menjabat Vice President Corporate Secretary Division bank bjb tersebut.  (ADR)

Related posts