Di Bandung, Sinar Mas Canangkan Premi Miliaran Rupiah

  • Whatsapp
SinarmasJABARTODAY.COM – BANDUNG
Secara perlahan, kesadaran masyarakat untuk berasuransi terus meningkat. Tentunya, bagi industri asuransi, hal tersebut merupakan sebuah peluang pasar yang positif. Karenanya, tidak heran, industri-industri asuransi terus berupaya meningkatkan kinerja bisnisnya. Hal itu pun dilakukan Asuransi Sinar Mas Bandung. 
 
“Benar. Kami terus berupaya meningkatkan kinerja bisnis. Caranya, melalui program unggulan dan pelayanan optimal kepada nasabah. Kami yakin, strategi ini dapat meningkatkan pendapatan premi,” ujar Branch Manager Asuransi Sinar Mas Bandung, Ari Mulyono, di tempat kerjanya, Rabu (15/10/2014).
 
Pria berkaca mata ini mengatakan, tahun ini, pihaknya menargetkan pendapatan premi bernilai miliaran rupiah. Angkanya, sebut dia, mencapai Rp Rp 6 miliar. Pihaknya, tegas dia, optimistis mampu merealisasikannya. Pasalnya, jelas dia, pencapaian hingga September 2014 mencapai Rp 4,5 miliar.
 
“Secara nasional, pada posisi September 2014, Asuransi Sinar Mas membukukan pendapatan premi bruto berjumlah Rp 3,66 triliun. Angka tersebut sedikit lebih baik daripada pencapaian periode yang sama tahun lalu, yaitu naik hanya 3 persen,” paparnya.
 
Ari menuturkan, hingga September 2014, asuransi kendaraan bermotor, yaitu mobil dan sepeda motor, berkontribusi besar pada premi, yaitu sebesar 40 persen. Kontribusi besar lainnya, imbuh dia, yaitu asuransi properti sejumlah 25 persen. “Selanjutnya, kesehatan 20 persen. Sisanya, asuransi travel, perlindungan bagi industri, dan asuransi bisnis.
 
Ari berpendapat, pencapaian target premi pada 2014 bukan pekerjaan mudah. Itu karena, terang dia, tahun ini diwarnai sejumlah agenda besar, diantaranya, ajang politik seperti Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif. Dua pesta politik tersebut, tuturnya, membuat pelaku usaha memilih untuk bersikap ‘wait and see’.
 
Tantangan lainnya, tambah Ari, terjadinya perlambatan bisnis, utamanya, asuransi kendaraan bermotor. Biasanya, kata dia, menjelang akhir tahun, konsumen memilih menunggu untuk memiliki kendaraan hingga pada awal tahun.
 
Menyikapi hal tersebut, Ari menegaskan, jajarannya menyiapkan sejumlah strategi. Diantaranya fokus pola channeling kepada pemerintah. Alasannya, jelas dia, menjelang akhir tahun, biasanya kalangan pemerintah cenderung menggenjot pengucuran anggaran. “Strategi kami, selama 9 bulan awal, fokus swasta. Sementara 3 bulan terakhir, fokus pada pemerintah,” jelasnya. (ADR)

Related posts