Dewan Ungkap Indikasi Pelanggaran Tata Ruang di Bandung

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – BANDUNG Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung mengungkap adanya lahan yang ditetapkan sebagai kawasan hijau terindikasi melakukan pelanggaran pemanfaatan ruang di Kota Bandung.

Pengungkapan indikasi pelanggaran tata ruang ini disampaikan anggota Pansus RTRW, Folmer Silalahi, di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (22/7/2020).

“Lahan yang terindikasi dialih fungsikan itu berada di kawasan pengelolaan lahan ruang terbuka hijau, salah satunya ada yang menjadi perumahan,” ujar Folmer.

Politisi PDI Perjuangan yang memiliki perhatian khusus dalam perubahan Perda RTRW ini menyatakan, berdasarkan referensinya tindak lanjut indikasi pelanggaran pemanfaatan ruang tersebut, maka sesuai dengan peraturan, sebenarnya Pemkot Bandung, perlu memiliki sikap tegas dan terencana dalam menyikapi alih fungsi lahan milik privat yang telah ditetapkan menjadi kawasan RTH.

“Pemkot Bandung secara tertulis harus menyampaikan laporan kepada Kementerian ATR, perihal palanggar tata ruang tersebut,” kata Folmer.

Baca Juga

Pengendalian pengawasan pemanfaatan ruang harus juga dilaksanakan pada pembangunan yang tidak memiliki ijin. Dan, pembongkaran bangunan benar-benar memerhatikan pelanggaran sesuai dengan Perda RTRW yang berlaku.

“Ke depannya, Pemkot Bandung harus konsisten dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang agar ruang terbuka hijau di Kota ini menjadi lebih adil, lebih baik, lebih nyaman dan berkelanjutan. Perda RTRW yang kami review saat ini, target pendalamannya tahun depan melalui perubahan Perda RDTRK,” urai Folmer.

Untuk pelanggaran tata ruang di RTH privat, dikatakan Folmer, indikasinya sudah ada sebelum Perda RTRW nomor 18/2011 ini dibahas DPRD. Sedangkan penetapan pelangarannya itu diluar ranah dewan.

“Jadi kami tidak mendahului instansi yang miliki kewenangan menentukan pelanggaran.

Bagaimana kami bersikap terhadap pelanggaran itu. Karena bagaimanapun mereka juga menunggu kepastian. Tetapi untuk hal-hal yang memang memungkinkan untuk kita kembalikan fungsinya, kami sudah plot dalam revisi RTRW yang akan ditetapkan dalam waktu dekat ini,” pungkas Folmer. (*)

Related posts