Developer Australia Ingin Buka Pasar di Bandung

jabartoday.com/web
jabartoday.com/web

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Tidak dipungkiri, Jabar, utamanya, Bandung Raya, memiliki daya tarik luar biasa dalam dunia bisnis. Buktinya, tidak sedikit para pebisnis, baik domestik maupun mancanegara, apa pun sektornya, termasuk properti, yang membidik Bandung sebagai target pengembangan pasar.

Adalah Crown International Holdings Group, pengembang asal Australia, yang punya keinginan untuk membuka pasar di wilayah Kota Kembang. Keinginan dan ketertarikan itu diakui CEO CEO Crown International Holdings Group, Iwan Sunito. “Benar. Kami ada keinginan membuka pasar di Bandung,” tandas Iwan, di Hotel Hilton, Jalan HOS Cokroaminoto Bandung, Jumat (28/11).

Iwan menyatakan, dasar keinginan itu karena, Bandung punya potensi ekonomi yang besar. Selain itu, lanjutnya, kapasitas pembelian di Bandung Raya pun tergolong menunjang. Namun, sahut dia, keinginan itu dapat terwujud apabila ada pihak lain yang siap melakukan joint venture dengan Crown Group.

Memang, ungkap Iwan, pihaknya sudah membuka pasar di Indonesia. Akan tetapi, kata dia, untuk tahap awal, pihaknya menjadikan Jakarta sebagai main target, kemudian Surabaya.

Di Jakarta, sahut dia, pihaknya menyepakati kerjasama dengan sebuah perusahaan swasta untuk membangun proyek kombinasi antara apartemen, ritel, dan convention center. Rencananya, pembangunan tersebut berlangsung pada lahan seluas 10 hektare.

Menurutnya, reaksi pasar di Indonesia tergolong positif. Itu terlihat pada tercapainya angka penjualan hanya dalam waktu 1 jam. “Proyeksi penjualan kami selama 2014 yaitu Rp 350 miliar. Itu kami capai dalam waktu 1 jam. Secara global, yaitu di Australia, Singapura, dan Indonesia, kami mencapai proyeksi penjualan senilai Rp 1,47 triliun,” papar pria kelahiran Surabaya tersebut.

Secara keseluruhan, tuturnya, tahun depan, pihaknya siap menggulirkan proyek pembangunan properti bernilai raksasa, yaitu 35 juta Dollar Amerika Serikat (AS).

Meski demikian, Iwan tidak membantah bahwa di Indonesia masih terdapat berbagai kendala, khususnya, dalam bidang properti. Kendala tersebut, tukasnya, yaitu soal kepastian pemilikan lahan. Dia berpendapat, masalah lahan tidak hanya terjadi pada bisnis properti, tetapi juga sektor lain, di antaranya, infrastruktur, industri manufaktur, dan lainnya. Namun, Iwan optimis bahwa era pemerintah baru saat ini, segala kendala itu dapat teratasi.  (ADR) 

Related posts