Tuesday , 26 May 2020
Home » Ekonomi » Daging Sapi Stabil, Ayam Turun

Daging Sapi Stabil, Ayam Turun

daging sapiJABARTODAY.COM – BANDUNG

Publik di Jawa Barat, khususnya, Kota Bandung, dapat sedikit tersenyum pada Ramadhan tahun ini. Pasalnya, harga dua komoditi yang tergolong paling dibutuhkan masyarakat, yaitu daging sapi dan daging ayam, tidak mengalami kenaikan.

“Siang bu. Maaf ganggu. Sekarang, harga daging sapi berapa?” tanya Menteri Perdagangan, M Lutfi, kepada Ny Rizki, pedagang daging sapi Pasar Kosambi, saat memantau perkembangan harga komoditi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2014 di Pasar Kosambi, Kamis (10/7/2014).

Mendapat pertanyaan pejabat negara, wanita berkerudung itu segera menjawabnya. Dikatakan, selama beberapa pekan terakhir, harga jual daging sapi tergolong stabil. “Harganya Rp 90-120 ribu per kilogram. Tidak ada kenaikan. Kami inginnya turun supaya pembeli kembali ramai,” jawab dia.

M Lutfi menimpali, stabilnya harga daging sapi dapat berefek positif bagi masyarakat. Diutarakan, berdasarkan perhitungan dan pengkajian, pihaknya menilai, semestinya, harga jual daging sapi pasca Idul Fitri tidak melebihi Rp 100 ribu per kilogram. “Mestinya seperti itu. Mudah-mudahan bisa tercapai,” tuturnya.

Apabila harga daging sapi stabil, lain halnya dengan daging ayam. Di Pasar Kosambi, Lutfi, yang didampingi Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, kembali bertanya kepada seorang pedagang. “Sekarang daging ayam berapa? Naik atau turun?” tanya Lutfi.

Sang pedagang yang bernama Yayat langsung menjawab, sejak beberapa hari terakhir, harga jual daging ayam turun. “Saat ini, harganya Rp 32 ribu per kilogram. Sebelumnya, Rp 38 ribu per kilogram,” terang Yayat.

Secara umum. Lutfi mengatakan, secara umum, harga jual komoditi pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, cenderung stabil.  Bahkan, tambahnya, beberapa di antaranya turun, seperti daging ayam. “Kami berterima kasih kepada jajaran Pemprov Jabar bahwa harga stabil dan stok ketersediaan pun terjaga,” katanya.

Lutfi menegaskan, pasca Idul Fitri, pihaknya menyusun langkah-langkah dan melakukan penghitungan mengenai perkembangan harga-harga. Misalnya, kata dia, pihaknya berkeinginan harga jual daging ayam berada pada level Rp 28-31 ribu per kilogram. Dia menilai angka itu dapat memberi kepastian dan efek positif, tidak hanya pada konsumen, tetapi juga peternak dan pedagang. (ADR)