Friday , 22 November 2019
Home » Bandung Raya » Cegah Radikalisme, Pemkot Bandung Data Warga Pendatang

Cegah Radikalisme, Pemkot Bandung Data Warga Pendatang

Operasi Simpatik Kependudukan Bandung

JABARTODAY.COM, BANDUNG — Guna mencegah radikalisme dan anarkisme, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) menggelar operasi simpatik.

Selain itu, operasis impatik kependudukan yang menyisir warga pendatang ini juga bertujuan tertib adminstrasi.

Pada pelaksanaannya, Disdukcapil Kota Bandung bekerja sama dengan aparat kewilayahan. Operasi terutama difokuskan kepada warga yang belum memiliki identitas kependudukan, khususnya warga pendatang.

“Jangan sampai warga ini tidak terdata. Terutama lembaga masyarakat RT atau RW, yang penting identitas kependudukannya harus jelas. Upayanya memasifkan operasi simpatik tetap berjalan,” kata Sekretaris Kota Bandung, Uum Sumiati, Kamis (31/10/2019).

Uum mengungkapkan, berdasarkan data agregat, ada sekitar 70.000 warga luar yang tinggal di Kota Bandung. Namun dari jumlah tersebut, baru sekitar 8.000-an warga yang memiliki Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS).

Berdasarkan arahan Polrestabes Bandung, kata Uum, dalam identifikasi para pengunjuk rasa beberapa waktu lalu, hanya sekitar 10 persen yang memiliki identitas. Sebagian besar belum berusia 17 tahun.

“Kami belum tau warga mana saja, apakah warga Bandung atau bukan. Karena kalau untuk memeriksa itu, kita harus buka data base,” katanya dilansir laman resmi Humas Kota Bandung.*