Home » Bandung Raya » Bupati Bandung: Meski Tak PSBB, Masyarakat Jangan Euforia

Bupati Bandung: Meski Tak PSBB, Masyarakat Jangan Euforia

Bupati Bandung Dadang M Naser saat meninjau pasar komoditas, Rabu (1/4/2020). (foto: humas pemkab bandung)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Pemerintah Kabupaten Bandung bakal membuka kembali sejumlah sektor kehidupan masyarakat di masa adaptasi kehidupan baru (AKB) atau new normal, dalam waktu dekat.

“Untuk pariwisata akan kami persiapkan buka 6 Juni, pendidikan 13 Juli, begitu juga sektor industri dan perdagangan,” jelas Bupati Bandung Dadang M Naser, di Bale Sawala, Soreang, Jumat (29/5/2020).

Di sektor pariwisata, terang dia, saat dibuka kembali pengunjung hanya dibatasi maksimal 30 persen. Reuni atau pengunjung bergerombol juga harus dilarang masuk. Alat-alat penunjang protokol kesehatan juga harus disediakan pengelola, seperti masker, cairan pembersih tangan, juga pengukur suhu tubuh.

“Begitu pula di sektor industri, harus menerapkan protokol kesehatan. Untuk jam kerjanya akan diatur kemudian. Ini juga berlaku untuk jam operasional di sektor perdagangan,” cetusnya.

Sektor pendidikan juga akan dibuka kembali, namun dengan pemberlakuan sistem shifting. Jumlah siswanya akan dibagi menjadi dua. Bahkan, satu meja diwajibkan untuk digunakan satu siswa saja.

“Jadi sistemnya bisa bergantian seminggu sekali. Sebagian masuk seminggu, sebagian belajar di rumah. Jadi tidak ada boleh yang semuanya masuk. Tentu protokol kesehatan harus dipatuhi,” tegas Dadang.

Sedangkan untuk tempat peribadatan seperti masjid dan gereja, lanjut dia, diperbolehkan melakukan aktivitasnya kembali. Dengan catatan, hanya tempat peribadatan yang masuk zona kuning, biru, dan hijau.

“Yang masuk zona itu, silahkan DKM (dewan kemakmuran masjid)-nya berembuk untuk membuka kembali. Gereja juga sama. Yang penting tetap patuhi protokol kesehatan,” ucapnya.

Dadang mengimbau agar masyarakat tetap disiplin dan patuh terhadap aturan, meski pembatasan sosial berskala besar sudah berakhir. Dia pun meminta masyarakat agar tidak euforia. Pasalnya, Pemkab Bandung akan melanjutkan AKB sesuai instruksi presiden dengan melakukan sejumlah pengetatan dan pengawasan di sejumlah lini kehidupan.

“Ketika AKB berlangsung, masyarakat juga bukan berarti bebas keluar rumah. Sesuaikan dengan kebutuhan saja. Di luar saat beraktivitas juga harus menerapkan etika batuk. Meludah juga jangan sembarangan,” pungkasnya. (vil)

Baca Juga:  Update Covid-19 di Indonesia: 4.839 Positif, 426 Orang Sembuh