Belanja TI Capai Rp 14 Triliun

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Seiring denganELEKTRONIC kemajuan ilmu dan teknologi, kehadiran teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) menjadi bagian penting dalam berbagai aktivitas seluruh sektor dan pihak. Kehadiran sarana dan infrastruktur TIK pun menjadi kebutuhan jajaran pemerintah, mulai level kecamatan, kota-kabupaten, provinsi, hingga pusat.

Ternyata, untuk pemenuhan infrastruktur TIK, alokasi dana belanjanya begitu besar. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Yudhi Chrisnandi, mengungkapkan, sejauh ini, anggaran belanja TIK mencapai triliunan rupiah. “Benar. Anggaran belanja sektor TIK nilainya besar. Angkanya sekitar Rp 14 triliun,” tandas Yudhi peresmian e-Samsat di Cihampelas Walk (Ciwalk) Jalan Cihampelas Bandung belum lama ini.

Sayangnya, kata Yudhi, meski dilengkapi sarana TIK bersistem digital, sejauh ini, belum terintegrasi antardepartemen dan lembaga. Karena itu, cetus Yudhi, dalam beberapa waktu mendatang, seluruh sistem TIK pemerintahan dapat terintegrasi yang terangkum dalam program pemerintah, yaitu e-government.

Dia berpendapat, dalam sistem e-government atau sistem digital seluruh ssitem TIK semua kementerian, dan pemerintahan daerah terintegrasi. Hal itu, lanjut dia, mempermudah masyarakat untuk mengaksesnya sehingga memperoleh informasi dan sistempelayanan yang memang menjadi kebutuhan publik.

Dia berpandangan, melalui sistem elektronik, pelayanan masyarakat dapat menjadi lebih baik, mudah, serta efisien. Selain itu, sahut dia, juga bermafaat dalam hal efisiensi anggaran sekaligus mengoptimalkan peran sumber daya manusia (SDM).

Berkenaan dengan e-Samsat, Yudhi menyatakan, hal itu menjadi bagian dan upaya terciptanya sistem e-government yang terintegrasi. Harapannya, cetus dia, pada masa mendatang, muncul beragam inovasi pada pelayanan publik yang elektrik.

Dia pun menilai sistem elektronik tersebut dapat membuat terciptanya transparansi karena memangkas dan memotong kesempatan terjadinya penyalaggunaan wewenang, yang bisa saja terjadi. Melihat hal itu, Yudhi mengharapkan sistem e-Samsat, yang berupa pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) melalu PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk atau bank bjb diikuti provinsi lainnya.  (ADR)

Related posts