BBM Naik, Operasional UMKM Melejit 40 Persen

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Pekan lalu, pemerintah memutuskan menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) subsidi sebesar Rp 2.000 per liter, masing-masing bagi premium dan solar. Adanya kenaikan tersebut, harga premium menjadi Rp 8.500 per liter. Sedangkan solar melejit senilai Rp 7.500 per liter.

Tentunya, kenaikan harga jual BBM subsidi itu berdampat pada berbagai sektor dan lapisan masyarakat. Satu di antaranya yang merasakan efek tersebut adalah para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bidang kerajinan. “Benar Kang. Biaya produksi otomatis naik pasca pemerintah menaikkan harga BBM subsidi,” tandas Pengurus bidang Pameran dan Kerjasama Luar Negeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar, Asep Syarifudin, di Dekranasda Jabar, Jalan Ir H Djuanda Bandung, Rabu (26/11).

Menurutnya, para pelaku UMKM bidang kerajinan, harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk menutupi biaya produksi. Kenaikan biaya produksi pasca melesatnya harga jual BBM subsidi cukup besar. Persentasenya, sebut dia, sekitar 40 persen.

Asep berpendapat, kondisi itu membuat tantangan para pelaku UMKM bidang kerajinan kian berat. Apalagi, sambung dia, pada 2015, Indonesia terlibat dalam agenda kerja sama ekonomi negara-negara ASEAN, yaitu ASEAN Economic Community (AEC). “Tapi, saya kira, AEC 2015 pun dapat menjadi sebuah peluang.” cetusnya.

Karenanya, agar tidak tergusur dalam era pasar global, Asep menegaskan, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing produk dan pelaku UMKM kerajinan. Di antaranya, sebut dia, menggulirkan program inkubator bisnis bagi perajin dan pelaku UMKM wanita pemula.

Tujuan program ini, terangnya, adalah membentuk wirausaha baru. Selain itu, lanjut dia, sebagai upaya regenerasi para perajin sehingga kalangan tersebut dapat lebih berinovatif, kreatif, dan mempromosikan prouduk-produknya. “Apalagi, saat AEC 2015 bergulir, pastinya, persaingan kian ketat,” sahutnya.

Bambang Trisbintoro, Pengurus Bidang Pengembangan Usaha Dekranasda Jabar. menambahkan, program inkubasi bisnis tersebut menjadi sebuah sarana untuk menaikkan level para perajin. “Misalnya, yang semula berperan sebagai perajin, melalui inkubasi tersebut, berubah wujud menjadi pengusaha sukses,” sahut Bin, sapaan akrabnya.  (ADR)

Related posts