Tuesday , 21 January 2020
Home » Bandung Raya » Andalkan CSR, Pemkot Bandung Tata PKL Jalan Cikapundung Barat

Andalkan CSR, Pemkot Bandung Tata PKL Jalan Cikapundung Barat

Andalkan CSR, Pemkot Bandung Tata PKL Jalan Cikapundung Barat
Andalkan CSR, Pemkot Bandung Tata PKL Jalan Cikapundung Barat

JABARTODAY.COM, BANDUNG — Ratusan pedagang kali lima (PKL) di Jalan Cikapundung Barat, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, pada awal Januari 2020 bakal ditertibkan. Diharapkan kawasan tersebut menjadi tujuan wisata kuliner.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, selain penataan agar lebih rapi dan sesuai dengan estetika kota, tidak kurang dari 176 PKL juga akan dibina dan mendapat pendampingan oleh Tim Penataan PKL Pemkot Bandung.

“Kami menggandeng perusahaan produk air minum kemasan untuk bekerja sama, guna perbaikan kawasan perdagangan di Jalan Cikapundung Barat,” jelasnya, di Gedung Binangkit, Kamis (26/12). 

Pendataan, kata Yana, telah dilakukan sejak jauh hari oleh pihaknya. Sehingga, tidak ada lagi perubahan konsep penataan kawasan yang tak jauh dari Alun-alun Kota Bandung ini.

“Selama ini terlihat kurang rapi, karena memang PKL di Jalan Cikapundung Barat berjualan di trotoar. Jadi, langkah penataan yang saya lakukan, berdialog dengan para pedagang yang ada disana. Saya terangkan apa yang harus dilakukan para pedagang dalam menata kawasan perdagangan tersebut,” kata Yana, yang juga Ketua Satgasus PKL Kota Bandung ini.

Yana mengklaim, para PKL di Jalan Cikapundung Barat, setuju ditertibkan. Namun demikian, terkait aspirasi pedagang makanan tidak adanya pengurangan ukuran tempat jualan dari yang digunakan selama ini, Yana menegaskan, tidak bisa ditawar lagi.

“Itu sudah final, tidak ada perubahan ukuran tempat berjualan. Kami melakukan penataan agar tertib dan mengajak seluruh PKL agar menjaga keindahan kota, sehingga pusat perdagangan di Jalan Cikapundung Barat, yang merupakan salah satu wajah kota Bandung ini, juga bisa dijadikan destinasi wisata. Kami sudah mempersiapkan penyeragaman gerobak, melalui bantuan CSR,” jelas Yana.

Yana menambahkan, terkait penataan pedagang yang beda jenis niaga pada siang dan malam hari, telah disepakati sistem tendanya bongkar pasang.

“Poin pentingnya dari penataan ini adalah menjadikan kawasan Jalan Cikapundung Barat menjadi tujuan wisata kuliner,” tutup Yana. (edi)