
JABARTODAY.COM, DEPOK – – Sebuah lembaran baru dalam sejarah pergerakan dakwah Islam di Kota Depok resmi dimulai. Pada Sabtu, 30 Mei 2026, Pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Depok untuk masa bakti 2026–2031 secara resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok. Mengusung tema yang sarat makna, “Menyelamatkan Indonesia dengan Da’wah”, pelantikan ini menjadi pernyataan tegas tentang keyakinan bahwa jalan dakwahlah yang akan membawa bangsa ini menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih Islami.
Sekitar 70 orang tamu undangan memenuhi ruangan, mencerminkan perhatian luas dari berbagai kalangan terhadap keberlangsungan misi dakwah di Kota Depok. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Wali Kota Depok dari Bagian Kesejahteraan Rakyat, M. Syamsu Rahman; perwakilan Polres Kota Depok, Agus Mulyono; Danramil Kota Depok Mayor Inf. Supriyanto; Kanit Intel Depok; staf Wali Kota; Kesbangpol Depok; serta Ketua Umum MUI Depok, KH. Syihabuddin Ahmad. Sejumlah organisasi Islam di Kota Depok juga mengirimkan perwakilannya, di antaranya Al Irsyad Kota Depok dan Hasmi Kota Depok.
Prosesi diawali dengan sambutan dari sejumlah tokoh, termasuk Ketua Dewan Da’wah Kota Depok yang baru dilantik, Ketua Majelis Pertimbangan, perwakilan Kesbangpol, serta Ketua MUI Kota Depok. Surat Keputusan Pengurus Dewan Da’wah Kota Depok periode 2026–2031 kemudian dibacakan oleh Sekretaris Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Provinsi Jawa Barat, Ustaz Mustopa Aba Miqdad, S.Sos.
Ketua Baru: Warisan Berharga yang Harus Dijaga dan Dibesarkan
Ketua Dewan Da’wah Kota Depok yang baru dilantik, Ustaz Hasan Basri, menyambut amanah baru ini dengan penuh tekad dan semangat. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran pengurus yang baru dikukuhkan telah menyatakan kesiapannya untuk menjalankan tanggung jawab organisasi dengan sungguh-sungguh.
“Dewan Da’wah adalah warisan berharga dari para tokoh besar bangsa yang harus kita jaga dan besarkan eksistensinya. Karena itu, pengurus baru dituntut lebih semangat menjalankan program-program perjuangan ke depan,”
— Ustaz Hasan Basri, Ketua Dewan Da’wah Kota Depok 2026–2031
Ustaz Hasan juga menjelaskan alasan di balik pemilihan tema “Menyelamatkan Indonesia dengan Dakwah”. Baginya, tema itu bukan sekadar slogan, melainkan cerminan keyakinan mendalam bahwa hanya melalui jalan dakwah yang konsisten dan bersungguh-sungguhlah bangsa Indonesia dapat bertransformasi menjadi masyarakat yang lebih baik dan lebih Islami.
Majelis Pertimbangan: Keikhlasan, Modal Utama Para Da’i
Ketua Majelis Pertimbangan, Ustaz Nuim Hidayat, mengambil kesempatan dalam sambutannya untuk menyoroti salah satu keistimewaan terbesar yang dimiliki oleh Dewan Da’wah: tradisi keikhlasan yang mengakar kuat di antara para da’inya. Ia memaparkan bahwa para da’i Dewan Da’wah tidak pernah menjadikan imbalan materi sebagai orientasi dalam berdakwah.
“Mereka mengikuti jejak para nabi bahwa dakwah itu pahalanya langsung dari Allah SWT.,”
— Ustaz Nuim Hidayat, Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Da’wah Kota Depok
Karena prinsip keikhlasan itulah, lanjut Ustaz Nuim, keterbatasan anggaran operasional telah menjadi kondisi yang sudah lama akrab di lingkungan Dewan Da’wah. Namun hal itu tidak pernah menjadi hambatan yang melunturkan semangat para da’i untuk terus bergerak dan berdakwah.
KH. Roinul Balad: Lima Pilar Dakwah dan Tiga Tantangan Utama
Puncak dari rangkaian pelantikan adalah amanat yang disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, KH. Muhammad Roinul Balad, S.Sos.I. Dalam arahannya yang komprehensif, KH. Roinul menegaskan kembali hakikat Dewan Da’wah sebagai yayasan yang bergerak dalam bidang dakwah demi mewujudkan tatanan masyarakat Indonesia yang Islami. Ia mengingatkan bahwa faktor paling mendasar yang menopang keberlangsungan gerakan dakwah adalah keberadaan para da’i sebagai penerus risalah Rasulullah SAW, seraya mengutip pesan pendiri Dewan Da’wah, Dr. Mohammad Natsir: “Risalah merintis, dakwah melanjutkan.”
Kepada para pengurus yang baru dilantik, KH. Roinul secara khusus menegaskan kewajiban untuk menegakkan lima pilar dakwah Dewan Da’wah: mengawal akidah, menegakkan syariah, memelihara ukhuwah, mendukung solidaritas umat, dan mengokohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kelima pilar ini bukan sekadar butir-butir deklaratif, melainkan panduan kerja yang harus terwujud dalam program nyata.
KH.Roin juga mengingatkan para pengurus tentang tantangan-tantangan utama yang dihadapi dakwah Islam di Indonesia, sebagaimana pernah diidentifikasi oleh Dr. Mohammad Natsir: gerakan pemurtadan, sekularisme, dan nativisme. Ketiga tantangan itu kemudian ditambahkan satu dimensi baru oleh Ketua Umum Dewan Da’wah saat ini, Dr. Adian Husaini, yakni penyakit terlalu cinta dunia yang semakin menggerogoti semangat perjuangan umat.
“Indonesia akan aman manakala kita sebagai masyarakat taat pada hukum-hukum negara yang berlaku,”
— KH. Muhammad Roinul Balad, Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat
Arahan Administratif dan Kabar Temu Da’i se-Jawa Barat
Selain arahan substantif, KH. Roinul juga menyampaikan sejumlah instruksi administratif yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pengurus baru. Ia meminta agar Surat Keterangan Terdaftar (SKT) di Kesbangpol setempat segera diperpanjang sebagai syarat legalitas organisasi. Selain itu, pengurus didorong untuk mengadakan rapat koordinasi secara rutin setiap pekan agar gerak dakwah dapat lebih terencana, terarah, dan tertata dengan baik. Laporan tertulis kepada Dewan Da’wah Provinsi Jawa Barat juga diminta untuk disampaikan secara berkala guna memastikan kepengurusan dapat dimonitor dan dibina secara berkelanjutan.
Sebagai penutup yang menggembirakan, KH. Roinul menyampaikan kabar bahwa Dewan Da’wah Jawa Barat berencana menggelar Temu Da’i se-Jawa Barat melalui forum PERSADA JABAR yang insyaallah akan diselenggarakan pada Oktober 2026. Ia juga menyatakan rasa bangganya atas turut dilantiknya Pengurus Muslimat Dewan Da’wah Kota Depok dalam acara yang sama, dan meminta seluruh pengurus baru untuk terus memantau informasi tentang agenda rapat kerja berikutnya.
Pelantikan Pengurus Dewan Da’wah Kota Depok periode 2026–2031 ini menjadi momentum penegasan kembali bahwa dakwah adalah roh dari setiap upaya membangun bangsa. Dengan semangat yang diwariskan oleh para pendiri, dipandu oleh lima pilar yang kokoh, dan dihadapkan pada tantangan yang kian kompleks, kepengurusan baru ini memikul tanggung jawab yang tidak ringan — namun juga tidak pernah berdiri sendiri, karena di balik setiap langkah dakwah ada janji pertolongan dari Allah SWT yang tidak pernah ingkar.[ Farhan Asmara Zuhri ]





