
Kondisi itu tentunya berdampak pada roda perekonomian. Beragam sektor mengalami perlambatan pertumbuhan. Daya beli masyarakat pun anjlok. Pada sisi lain, kebijakan pemerintah belum menunjukkan efek positif. Terjadinya perlambatan juga dialami dunia otomotif.
Andy Tjahjono, 4 Wheel (4W) Sales Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), dalam jumpa pers peluncuran New Suzuki Ertiga di Thai Palace, Festival Citilink Bandung, belum lama ini, mengakui bahwa pihaknya pun merasakan efek perkembangan ekonomi terkini. Menurutnya, periode Januari-Agustus 2015, kinerja penjualan drop jika perbandingannya dengan periode sama 2014. “Tentu, kondisi ini membuat kami lakukan koreksi proyeksi penjualan. Perkiraan kami penjualan turun. Itu sebagai efek perkembangan ekonomi,” tandasnya.
Meski demikian, Andy menegaskan, pihaknya tetap optimis bahwa akhir tahun, jajarannya mampu mencatat angka penjualan yang mencapai jutaan unit. Untuk merealisasikannya, ucap Andy, pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya, merilis varian anyarnya, New Suzuki Ertiga. Selain itu, katanya, pihaknya pun menerapkan strategi lain, yaitu memilih customer yang tepat.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, total penjualan seluruh mobil periode Januari-Agustus 2015 sebanyak 671.641 unit. Angka itu jauh lebih rendah daripada pencapaian periode sama 2014, yang jumlahnya 827.096 unit.
Andy mencetuskan, khusus varian terbaru, yaitu New Suzuki Ertiga.yang harga jualnya Rp 183 juta untuk tipe GA, Rp 198 juta tipe GL M/T, RP 210,5 juta tipe GL A/T, Rp 205,5 juta tipe GX M/T, dan Rp 218 juta tipe GX A/T, untuk Bandung dan sekitarnya, pihaknya menargetkan angka 150-200 unit.
Sementara itu, PT Nusantara Jaya Sentosa (NJS), main dealer Suzuki mencatat, selama Januari-Agustus 2015, penjualan nasional mobil berlambang S merah itu mencapai 95 ribu unit. Angka itu jauh di bawah pencapaia periode sama, yang berada pada level 151 ribu unit. (ADR)





