
(Erwin Adriansyah)
JABARTODAY.COM – BANDUNG
Memiliki keandalan tinggi menjadi salah satu unsur penting pada sebuah produk dalam merebut pangsa pasar. Karenanya, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) terus berusaha keras untuk meningkatkan keandalan produk-produknya. “Benar. Kami memang terus melakukan banyak dan ragam langkah agar produk kami memiliki keandalan tinggi, termasuk produk terbaru, yaitu Yamaha Mio M-3 125,” tandas Mohammad Masykur, Asisten General Manager PT YIMM, Jumat (9/1).
Masykur mengutarakan, untuk menguji keandalan produk tersebut, pihaknya menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di enam kota. Yaitu, sebutnya, Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, Universitas Udayana Bali, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Lambung Mangkurat Lampung, dan Institut Teknologi Medan.
Sementara itu, Yurry Pribady, Promotion PT YIMM Area Jabar, mengiyakan, bahwa kerjasama dengan ITENAS adalah untuk menguji keandalan dan ketangguhan produk. Di perguruan tinggi yang berlokasi Jalan PHH Mustopha Bandung tersebut, pengujiannya berupa menyalakan mesin Yamaha Mio M-3 125 selama 30 hari non-stop. “Selama itu, kami tidak mematikan mesin. Itu tidak hanya untuk mengetahui keandalannya, tetapi juga tingkat konssumsi bahan bakar,” sambung Yurry di ITENAS.
Sebenarnya, ungkap Yurry, beberapa waktu sebelumnya, PT YIMM melakukan uji coba yang sama pada ajang Flagship Shop Yamaha di Jakarta. Hasil pengujian, jelas dia, dalam hal efisiensi bahan bakar, konsumsi Mio M-2 125 luar biasa. Untuk menempuh 60 kilometer, hanya butuh 1 liter premium.
“Perhitungannya, berdasarkan hitungan 24 jam. Selama itu, tingkat kecepatan 35 kilometer per jam. Kami mengalikan 24 jam dengan tingkat kecepatannya. Hasilnya, terdapat angka 840 kilometer per hari. Setiap harinya, pengisian premium mencapai 14 liter. Perhitungannya, perjalanan sejauh 840 kilometer dan kecepatan 35 kilometer per jam, konsumsi bahan bakar sebesar 60 kilometer per liter,” papar Yurry.
Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan bahwa pihaknya menggunakan teknologi yang mumpuni, sistem Blue Core. Sistem itu menggunakan beberapa komponen penting, di antaranya, DiAsil Cylinder dan Forged Piston. “Melalui dua komponen itu, sistem Blue Core menjadikan produk kami lebih ramah lingkungan,” tutup Yurry. (ADR)





