Perlu adanya regenerasi kepemimpinan di tubuh Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Barat usai ditinggal Rahmat Yasin yang tersangkut kasus korupsi.
“Saya pikir situasinya genting. Untuk mengisi kekosongan tidak perlu ada jabatan Pelaksana Tugas Ketua PSSI Jabar. Harus segera digelar Musdalub (Musyawarah Daerah Luar Biasa) PSSI Jabar,” ujar Sekretaris Umum Pengurus Cabang PSSI Kota Bandung, Wawan Dermawan, Selasa (16/9/2014).
Musdalub PSSI Jabar, ditegaskan Wawan, harus segera digelar karena kekosongan kepemimpinan akan membahayakan tubuh PSSI Jabar sendiri. Apalagi, dalam statuta PSSI, bila ada kekosongan posisi disebabkan kasus hukum, otomatis harus digelar Musdalub.
Ditambah, sambungnya, Yasin sendiri sudah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. “Sehingga, secara otomatis pula Rahmat Yasin sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua PSSI Jabar,” ucap Wawan.
Dirinya menilai Musdalub PSSI Jabar sudah sangat memungkinkan digelar mengingat status hukum Bupati Bogor (non-aktif) tersebut. Sehingga, akhir tahun ini harus segera rapat yang memilih pemimpin baru itu.
Jika tidak, terang Wawan, akan ada konsekuensi logis. Terutama soal kucuran dana dari Komite Olahraga Nasional Indonesia. Selain itu, Jabar akan kehilangan hak suara dalam kongres-kongres mendatang. “Kemudian anggaran untuk PSSI Jabar pun bisa dibekukan, karena bagaimana mungkin anggaran turun sementara kepengurusan sendiri masih bermasalah,” tukasnya.
Wawan menyayangkan setelah Yasin ditetapkan tersangka oleh KPK, tidak ada upaya dari Asprov Jabar untuk mencari solusi melanjutkan kepemimpinan PSSI Jabar. (VIL)






