Home » SainsTek » Indonesia Produksi Software Antisadap

Indonesia Produksi Software Antisadap

www.ehackingnews.com

www.ehackingnews.com

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Beberapa waktu lalu, negara ini diguncang isu penyadapan, yang kuat dugaan, dilakukan dua negara, Amerika Serikat dan Australia. Melihat kondisi itu, pemerintah melakukan berbagai upaya antisipatif agar aksi serupa tidak terjadi pada masa mendatang.Caranya, Kementerian Riset dan Teknologi RI memproduksi sistem antisadap berupa software.

“Kami memiliki dan mengembangkan software anti sadap. Tapi, produksinya tidak massal. Pasarnya segmented (terbatas),” ujar Sekretaris Menteri Riset dan Teknologi, Harry Purwanto, pada sela-sela seminar International Seminar & Conference on Learning Organization di Trans Luxury Hotel, Rabu (4/12).

Diungkapkan, segmen-segmen pengembangan software anti sadap tersebut, untuk saat ini, antara lain, bagi pemerintahan. Jika pihaknya mengomersilkannya, aku Harry, banyak perusahaan yang berminat untuk memproduksi software tersebut.

Harry menegaskan, kendati demikian, untuk saat ini, pihaknya belum melakukan komersialisasi software tersebut. Namun, prediksi Harry, pada masa mendatang, software antisadap dibutuhkan masyarakat.

Harry mengakui bahwa pihaknya masih perlu melakukan sejumlah penyempurnaan dan pengembangan teknologi pada software antisadap tersebut. Misalnya, sebut dia, penyempurnaan dan pengembangan aplikasi penyaling suara, yang biasanya, membuat telepon seluler lebih berat.

Berkenaan dengan perkembangan gadget, Harry mengiyakan bahwa inovasi teknologi dan aplikasinya terus mengalami perkembangan. Sayangnya, kata dia, pemerintah sulit memberikan fasilitas pada produk tersebut agar secara komersil laku keras. “Untuk saat ini, masih oleh PT INTI. Tapi, masih ada kendala,yaitu soal kesepakatan perhitungannya,” sahut dia.

 

Walau demikian, imbuh dia, pemerintah berupaya mengajak investor swasta untuk memproduksi telepon selular hasil inovasi anak negeri. Sejauh ini, baru satu perusahaan yang menjalin kerjasama dalam hal tersebut, yaitu Polytron.  (VIL)

Komentar

komentar