Home » Peristiwa » Pengadilan Tipikor Bandung Dilempar Recehan

Pengadilan Tipikor Bandung Dilempar Recehan

LSM Gerakan Ganyang Mafia Hukum melakukan aksi di depan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Kamis (15/8). Mereka menuntut kasus suap Dana Bantuan Sosial Kota Bandung diusut tuntas Komisi Pemberantasan Korupsi. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

LSM Gerakan Ganyang Mafia Hukum melakukan aksi di depan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Kamis (15/8). Mereka menuntut kasus suap Dana Bantuan Sosial Kota Bandung diusut tuntas Komisi Pemberantasan Korupsi. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Sidang perdana mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tedjocahyono, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Kamis (15/8), diwarnai pelemparan koin oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Ganyang Mafia Hukum.

Pelemparan koin bernominal 100 hingga 500 rupiah itu bertujuan untuk menyindir proses hukum yang terjadi di PN Bandung, khususnya Pengadilan Tipikor, karena ada pejabatnya yang terseret kasus suap terkait perkara Dana Bantuan Sosial Kota Bandung. Menurut Koordinator GGMH, Torkis Parlaungan Siregar, mereka sudah muak dengan aksi korupsi yang dilakukan para oknum pejabat.

“Kita mendukung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk mengusut tuntas kasus penyelewengan dana bansos yang merugikan keuangan negara puluhan miliar rupiah,” ucapnya dalam orasi di depan PN Bandung.

Massa sendiri membubarkan sekitar pukul 11.00 usai Setyabudi menjalani sidang perdananya di tempat dirinya dulu mencari nafkah. Seperti diketahui, Setyabudi tertangkap tangan petugas KPK menerima uang dari seseorang di ruang kerjanya, Maret 2013. Pemberian itu untuk mempengaruhi putusan perkara Dana Bansos Kota Bandung yang menyeret 7 terdakwa.

Selain sang hakim, sidang yang dipimpin Nurhakim juga membacakan dakwaan bagi 3 orang lainnya, yakni Toto Hutagalung, Herry Nurhayat, dan Asep Triana. (VIL)

Komentar

komentar