Home » Headline » 2013, Tahun Darurat Kekerasan Seksual Anak

2013, Tahun Darurat Kekerasan Seksual Anak

Ketua P2TP2A Netty Heryawan dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melakukan audiensi soal perdagangan manusia di Kantor Kejati Jabar, Rabu (15/5). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Ketua P2TP2A Netty Heryawan dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melakukan audiensi soal perdagangan manusia di Kantor Kejati Jabar, Rabu (15/5). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat sekaligus istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Netty Heryawan, melakukan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar Soemarno terkait perdagangan manusia atau trafficking yang semakin menggila, terutama di Jabar.

Tujuan audiensi sendiri, seperti dikatakan Netty, untuk sosialisasi dan penyelesaian kasus trafficking agar hukuman bagi para pelaku sangat tinggi. Sedangkan Soemarno mengaku, bahwa korban trafficking kebanyakan berasal di daerah yang jauh sehingga menyulitkan pihaknya melakukan penyidikan lebih lanjut.

“Kalau korban tidak cerita, gimana Jaksa Penuntut Umum bisa tahu. Kalau korbannya tidak ada bagaimana mau bikin berkas perkara. Karena lokasinya jauh. Setelah kita tahu baru bisa kita buat berkas,” terang Soemarno, usai audiensi di Kantor Kejati Jabar, Rabu (15/5).

Netty sendiri menyatakan, tahun ini adalah tahun darurat kekerasan seksual pada anak. Itu dilihat dari pelaporan kepada Komnas Perlindungan Anak Indonesia sekitar 2000 kasus, termasuk ke P2TP2A. “68 persen kasus yang terjadi adalah kekerasan pada anak. Dari yang masih sekolah hingga telah menikah,” tandas Netty. (VIL)

Komentar

komentar