Hadapi Pemilu, NasDem Kota Bandung Kuatkan Internal Partai

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa (kanan) bersama anggota Komisi I DPR RI M Farhan (tengah) dan Ketua DPD Partai NasDem Kota Bandung Rendiana Awangga (kiri) memberikan keterangan pada awak media, Rabu (23/3/2022). (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Partai Nasional Demokrat mengadakan pendidikan politik bagi seluruh kader yang berada di tingkat ranting atau DPRt di Kota Bandung pada 23-29 Maret 2022.

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa menerangkan, pendidikan politik ini guna menanamkan jiwa dan prinsip NasDem kepada para kadernya yang ada di tingkat akar rumput.

“Fokus kita hari ini lebih kepada konsolidasi dan penguatan di internal struktur partai hingga ke tingkat DPRt. Karena kita menyadari struktur merupakan tulang punggung partai. Bila strukturnya kuat, partai akan menjadi kuat,” papar Saan, di sela acara Pendidikan Politik NasDem di The Newton Hotel, Kota Bandung, Rabu (23/3/2022).

Saan mengemukakan, kegiatan ini menjadi media untuk menyampaikan apa saja prinsip dan nilai-nilai yang dibawa NasDem sebagai partai politik. Tak hanya itu, mereka pun diberikan langkah-langkah melakukan canvassing atau rayu pilih.

“Karena mereka (DPRt) ini yang paling dekat dengan grassroot (akar rumput) dan berhubungan langsung dengan masyarakat, kita berikan cara-cara praktis untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat,” papar Saan.

Berita Terkait

Pada kesempatan sama, Ketua DPD Partai NasDem Kota Bandung Rendiana Awangga mengemukakan, acara ini juga dalam rangka memberikan pemahaman kepada generasi muda yang kesadaran politiknya masih rendah.

“Partai politik kan sebenarnya memiliki kewajiban untuk memberikan pemahaman politik kepada masyarakat. Maka itu, pendekatan kepada generasi muda harus diubah agar ketertarikan terhadap politik semakin meningkat,” tutur Awang, sapaan akrabnya.

Menurut Awang, diperlukan suatu inovasi transformasi terkait politik khususnya bagi kalangan muda agar mereka tidak semakin apatis. Terlebih, kesadaran politik anak muda di Kota Bandung belum terlalu tinggi.

“Mungkin karena kultur politik di Kota Bandung yang tidak terlalu banyak dinamika atau terhitung adem, sehingga memengaruhi pola pikir masyarakat terhadap politik. Maka itu, cara penyampaian kepada masyarakat harus dilakukan sesuai dengan kondisi yang ada saat ini,” papar anggota Komisi D DPRD Kota Bandung. (*)

Related posts