Home » Ekonomi » Tingkatkan Daya Saing, Dekranasda Sempurnakan Database

Tingkatkan Daya Saing, Dekranasda Sempurnakan Database

jabarprov.go.id

jabarprov.go.id

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Sejak era pasar bebas bergulir, persaingan antar negara, tidak hanya tingkat Asia Tenggara, tetapi juga Asia, Eropa, dan Amerika Serikat, semakin ketat. Situasi persaingan itu berpotensi semakin ketat ketika Indonesia terlibat dalam kerjasama ekonomi negara-negara ASEAN atau ASEAN Economic Community pada 2015.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Barat Netty Heryawan tidak membantah bahwa ketika AEC bergulir pada 2015, persaingan menjadi semakin ketat. Karenanya, tegas wanita berjilbab ini, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk  meningkatkan daya saing, tidak hanya produk-produk kerajinan daerah tatar Pasundan, tetapi juga para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor tersebut.

“Salah satu upaya kami yaitu terus mendorong para pelaku kerajinan untuk mengantungi sertifikat HAKI (Hak Atas Kekayaan dan Intelektual),” ujar Netty, di Sekretariat Dekranasda Jabar, Jalan Ir H Djuanda Bandung, Senin (11/11).

Menurutnya, sertifikasi HAKI bagi para pelaku UMKM sektor kerajinan dapat memberi manfaat besar. Selain menjadi sebuah proteksi agar tidak diklaim negara lain, juga memberi nilai tambah sehingga daya saing pun semakin tinggi.“HAKI pun dapat memberikan tingkat kepercayaan tinggi pada produk-produk lokal. Ini sebagai upaya kami agar para pelaku usaha di negara ini, termasuk Jabar, ketika AEC 2015 bergulir, tidak menjadi konsumen. Sebaliknya, harus menjadi pelaku,” paparnya.

Selain itu, tambah Netty, pihaknya pun melakukan upaya lainnya. Diantaranya, melakukan penyempurnaan database mengenai para pelaku UMKM sektor kerajinan. “Itu perlu sehingga dapat mempermudah pengembangan sekaligus pendampingan agar keberadaan para pelaku UMKM sektor kerajinan lebih berkembang, baik dalam hal jaringan pasar, maupun lainnya,” sahut Netty.

Netty mengakui bahwa hingga kini, database mengenai para pelaku UMKM masih belum sempurna. Karenanya, cetus dia, sebagai mitra pemerintah, pihaknya berharap seluruh stakeholder, termasuk pemerintah, seperti lembaga BUMN-BUMD, dinas-dinas, seperti Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan sebagainya untuk duduk bersama. “Yaitu guna mencari jalan terbaik agar produk-produk kerajinan dapat lebih berdaya saing sekaligus meningkatkan kompetensi para pelaku usahanya,” tutup Netty. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.