Home » Ekonomi » Priangan Jadi Andalan Kendalikan Inflasi di Jabar

Priangan Jadi Andalan Kendalikan Inflasi di Jabar

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Forum Koordinasi Pengendali Inflasi Jawa Barat meluncurkan situs informasi harga pangan secara rutin dengan nama Portal Informasi Harga Pangan (Priangan) beralamat www.priangan.org. Portal ini diharapkan mampu memperbaiki manajemen pengendalian inflasi di Jabar.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten Dian Ediana Rae mengatakan, Priangan menjadi langkah maju upaya pengendalian inflasi dan satu-satunya di Tanah Air. “Dengan adanya Priangan, masyarakat dan petani akan lebih mudah memperoleh informasi harga pangan secara akurat,” ujarnya di Bandung, Senin (11/11).

Sumber Priangan, seperti diterangkan Dian, berasal dari integrasi data dari Badan Ketahanan Pangan Daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, dan Dinas Peternakan Jabar. Di dalamnya mencakup seluruh harga mingguan di 26 kabupaten/kota di Jabar. Khusus di Kota Bandung, tersedia data secara harian di 5 pasar, yakni Kosambi, Andir, Sederhana, Pasar Baru, dan Kiaracondong.

Lebih lanjut, data yang diberikan merupakan survei pemantauan harga. Daftar harga komoditas yang dicantumkan mulai dari Bawang Merah, Beras Medium, Cabe Merah, Daging Sapi, Daging Ayam Ras, Gula Pasir, Ikan Olahan, Kentang, Minyak Goreng, Telur Ayam Ras, juga Tepung Terigu.

Selain data harga, portal ini juga memperlihatkan peta kenaikan harga pangan di Jabar. Jika suatu komoditas di daerah tertentu mengalami kenaikan harga, maka akan ditandai dengan warna kuning dan merah.

Masyarakat juga bisa mengakses data harga komoditas bahan pangan melalui SMS dengan cara mengetik: <Nama Komoditas>#<Nama Kota> kirim ke 087877426526. “Informasi yang disampaikan mendekati akurat,” klaim Dian.

Sebelum Priangan lahir, masyarakat kerap kesulitan mencari acuan sumber informasi harga pangan. Akibatnya, persepsi masyarakat terbentuk karena pengaruh pemberitaan yang kurang berimbang. Kondisi itu lantas menghambat upaya pengendalian inflasi, khususnya di Jabar. Saat ini inflasi Jabar hingga Oktober 2013 secara year on year mencapai 9,20%.

BI berharap portal ini bisa menjadi andalan dalam upaya pengendalian inflasi melalui kemudahan akses data informasi harga pangan. Dian memandang, ketersediaan informasi dibutuhkan bagi pemerintah membuat perencanaan pembangunan, tidak terkecuali bagi pengusaha dalam mempersiapkan bisnis mereka. “Ke depan kita juga akan melakukan terobosan-terobosan lain dalam upaya pengendalian inflasi,” tegasnya. (VIL)

Komentar

komentar