Saturday , 6 June 2020
Home » Headline » Cegah Covid-19, Pengecekan di Terminal Makin Ketat

Cegah Covid-19, Pengecekan di Terminal Makin Ketat

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat ratas dengan Presiden Jokowi melalui konferensi video, Kamis (2/4/2020). (foto: humas jabar)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberlakukan prosedur tetap atau protap kesehatan di terminal, bandara, dan stasiun. Hal ini guna mencegah penyebaran Covid-19 makin meluas.

Hal ini diutarakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, usai rapat terbatas melalui konferensi video terkait antisipasi mudik dengan Presiden Joko Widodo, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (2/4/2020).

“Kepada mereka yang bepergian (mudik), maka kedatangan di terminal atau di point of entry akan dilakukan pengecekan. Dan mereka yang bergejala saat itu juga, di kedatangan, akan dilakukan rapid test oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat untuk dipisahkan dan memastikan orang yang datang adalah orang-orang yang sehat,” bebernya.

Emil, sapaan akrab Gubernur, menjelaskan, akan ada beberapa risiko bagi warga Jabar yang memaksakan diri untuk mudik. Seperti berstatus orang dalam pemantauan (ODP) setibanya di kampung halaman dan diwajibkan untuk karantina mandiri selama 14 hari.

“Dan tentunya kepada mereka yang sudah keburu pergi dari Jakarta dan sekitarnya menuju kampung halaman, Anda punya risiko. Pertama, menjadi status ODP. Dengan status ODP, Anda wajib karantina diri selama 14 hari, dan jika ketahuan tidak melakukan tindakan karantina diri, maka polisi akan mengambil tindakan dengan pasal menimbulkan sebuah potensi yang membahayakan kesehatan dan keselamatan warga,” tegasnya.

Emil mengungkap beberapa kasus penularan Covid-19 terdampak mudik di sejumlah daerah di Jabar. Seperti yang menimpa seorang lanjut usia di Ciamis, lantaran didatangi anaknya dari Jakarta.

“Satu suami sekarang bersedih karena istrinya positif Covid-19, karena istrinya itu bekerja di Jakarta memaksakan mudik pulang ke Bandung. Dua cerita ini adalah sebuah kekhawatiran yang nyata. Maka itu, sebaiknya tidak mudik, karena sudah dijamin oleh Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat. Sayangi orang tua kita, sayangi keluarga kita dengan tidak melakukan mudik,” seru Emil.

Oleh karenanya, Kang Emil mengimbau warga Jabar yang berada di perantauan untuk tidak mudik. Selain itu, warga Jabar yang merantau di Jakarta, akan mendapatkan insentif dari Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat, baik berupa tunai maupun pangan.

“Sehingga, kalau alasan mudik karena tidak punya uang di Jakarta, karena masalah Covid-19, itu sudah ditanggung dengan baik oleh Pemprov DKI Jakarta dan juga pemerintah pusat,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden dalam ratas tersebut menyampaikan beberapa opsi kebijakan yang bisa diambil kementerian atau pemerintah daerah. Hal tersebut sebagai bentuk antisipasi mudik di tengah pandemi virus corona.

“Saya melihat untuk mudik dalam rangka menenangkan masyarakat mungkin alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya, ini mungkin bisa dibicarakan. Kemudian yang kedua, memberikan fasilitas arus mudik bagi masyarakat pada hari pengganti tersebut. Kemudian bisa juga di kemudian hari (di hari libur pengganti) menggratiskan tempat-tempat wisata yang dimiliki daerah. Saya kira kalau skenario ini dilakukan, kita bisa memberikan sedikit ketenangan kepada masyarakat,” papar Jokowi.

Selain itu, Presiden juga meminta penyaluran bantuan perlindungan sosial sebagai stimulus ekonomi untuk membantu warga yang bertahan, khususnya yang ada di Jakarta. Hal itu sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak mudik.

“Kemudian intervensi di tengah, yaitu pembatasan pergerakan orang, skenario jaga jarak yang aman sesuai dengan protokol kesehatan. Dan dengan kedisiplinan yang kuat, saya kira akan memberikan pengaruh besar terhadap jumlah yang positif Covid-19 ini,” ucap Jokowi. (vil)

Baca Juga:  Kesabaran Warga Kunci Sukses PSBB