Home » Ekonomi » Pekerja Ingin UMP Naik 50 Persen

Pekerja Ingin UMP Naik 50 Persen

(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)

(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Pada setiap akhir tahun ada hal yang menjadi agenda dan paling ditunggu para pekerja, yaitu kenaikan upah minimum kabupaten/kota. Pada 2013, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan upah minimum provinsi naik 20-30%.

Pada 2014, para pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja, kembali bersiap untuk mengajukan usul kenaikan. “Ya, kami memang menyiapkan usul kenaikan UMP 2014,” ujar Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Jabar, Roy Jinto, di Sekretariat KSPSI Jabar, Selasa (3/9).

Roy mengungkapkan, untuk UMP 2014, pihaknya mengajukan usul kenaikan upah 50% lebih besar dari sekarang. Dasar kenaikan itu, jelasnya, sebagai efek naiknya harga jual bahan bakar minyak bersubsidi. “Pertimbangan lainnya, inflasi yang perkiraannya sebesar 9,8 persen, sebagai efek naiknya BBM subsidi. Selain itu, adanya survey mengenai perkembangan harga pasar ditambah pelemahan rupiah terhadap dollar pun menjadi salah satu dasar usul kenaikan 50 persen tersebut,” papar Roy.

Menurutnya, kenaikan UMP 2013 tidak mencukupi kebutuhan. Pasalnya, terang Roy, putusan kenaikan UMP 2013 terjadi sebelum pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM subsidi.

Mengenai adanya kenaikan 10% bagi industri padat modal dan 15% untuk industri padat karya, Roy menilainya sebagai hal yang tidak sesuai undang undang. “Kenaikan 10-15 persen itu belum memasukkan hasil survey mengenai perkembangan harga pasar dan inflasi,” terangnya.

Dia berpandangan, hasil survey harga pasar dan inflasi merupakan unsur penting dalam menetapkan besarnya kenaikan UMP. Roy menegaskan, jika pada akhirnya usul kenaikan 50% disepakati dan ditetapkan pemerintah, tetapi banyak industri yang tidak mampu, pelaku usaha dan industri dapat mengajukan penangguhan dan penundaan kenaikan UMP. “Sesuai peraturan, pelaku usaha yang belum sanggup dapat mengajukan penangguhan,” tutup Roy. (ERA)

Komentar

komentar