Yuan Jadi Global, Dunia Usaha Bergairah

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Beberapa waktu lalu, International Monetary Fund (IMF) memutuskan untuk menjadikan mata uang Cina, Yuan atay Reinminbi, sebagai mata uang global, selain Dolar Amerika Setikat (AS), Euro, Poundsterling Inggris,dan Yen Jepang. Ternyaya, putusan tersebut mendapat respon positif kalangan pelaku usaha si Indonesia, termasuk Jabar.

“Tentunya, ini adalah hal yang cukup menggembirakan dan membuat kami bergairah. Itu karena Indonesia punya hubungan baik dengan Cina, terutama dalam bidang perekonomian,” tandas Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Dedy Widjaja, Selasa (8/12).

Dedy berpendapat, putusan IMF menggairahkan pengusaha-pengusaha Jabar, utamanya khususnya yang sejauh ini bergerak dalam bidang ekspor-impor, utamanya, yang negara tujuannya adalah Cina.

Itu karena, jelasnya, seiring dengan putusan IMF itu, transaksi pun menjadi lebih mudah. Sebelum Yuan menjadi alat pembayaran intetnasional, tutur Dedy, harus melqlui pengonversian nilai. “Dari rupiah pada Yuan lalu betlanjjut pada Dolar AS. Selain itu, tukasnya, merepotkan ada beban lain, yaitu biaya tambahan berupa selisih kurs dan fluktuasi Dolar AS.

Dedy berkeyakinan, kondisi ini membuat makin banyak pengusaha Jabar yang menggunakan Yuan saat bertransaksi dengan Cina. Terlebih, Indonesia dan Cina bersepakat menjalin hubungan bilateral dengan Cina yang terkemas dalam Billateral Currency Swap Arrangement (BCSA). Bahkan, nilai BCSA naik menjadi 20 miliar Dolar AS. Sebelumnya, kata Dedy, nilainya 15 miliar Dolar AS.

Sebenarnya, ungkap Dedy, kerjasama BCSA, yang ternyata juga terjalin dengan Jepang, berlangsung sejak era mantan Wakil Presiden RI periode lalu, Budiono, menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI), bernilai 100 miliar Yuan atau setara Rp 175 triliun. Saat era Joko Widodo, sahut Dedy, nlainya bertambah 20 miliar Dolar AS.

Dedy mengemukakan, berkenaan dengan hal itu, dalam beberapa waktu mendatang, pihaknya melakukan pertemuan dengan sejumlah lembaga perbankan asal negeri Naga tersebut, termasuk lembaga sejenis dan pihak yang berkaitan lainnya. Pasca Yuan menjadi alat pembayaran global, jelasnya, secara khusus membahas berbagai persoalan, satu di antaranya, skema pendanaan dan peluang usaha. (ADR)

Related posts