Warga Resah dengan Truk Pengangkut Tanah

Warga Gedebage menagih komitmen terkait waktu operasional truk pengangkut tanah.

JABARTODAY.COM – BANDUNG Warga kawasan Gedebage resah dengan adanya truk-truk pengangkut tanah urukan untuk proyek perumahan Summarecon yang melintas di daerah tersebut. Apalagi, truk-truk pengangkut itu beroperasi tidak sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Maka itu, jika tetap operasi, warga mengancam akan menutup proyek tersebut, karena selain mengakibatkan polusi, juga membahayakan keselamatan pengendara.

Sesuai perjanjian, truk pengangkut yang jumlahnya sekitar 500 unit ini, dapat beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 20.00. Namun, pada kenyataannya, truk beroperasi sejak pukul 03.00 hingga 21.00. “Apabila mereka tidak santun, punten ini daerah kami. Masalah waktu operasional kami sudah sepakat,”¬†ujar Sekretaris Forum RW Gedebage Asep Suryadi, di lokasi, Selasa (10/1).

Salah satu upaya pihaknya dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan mengundang pihak kontraktor untuk berunding bersama lembaga pemberdayaan masyarakat. Hanya saja, hingga kini tidak ada perwakilan dari kontraktor yang hadir.

Terkait permasalahan ini, warga meminta perjanjian antara warga dengan kontraktor urugan tercatat di notaris. Sehingga, tidak ada kecemburuan antar warga setempat. “Kami mau perjanjian kerja sama antara kontaktor urugan dicatat di notaris, jadi jelas. Kami sebagai warga tidak menilai jumlah, yang penting amanah,” tegas Asep. (vil)

Related posts