JABARTODAY.COM – BANDUNG Kesadaran untuk tidak membuang sampah ke kali atau sungai dinilai masih rendah. Hal itu terlihat dari banyak sampah rumah tangga bertumpuk di beberapa titik sungai atau kali.
Berkaca dari fakta tersebut Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, menurunkan pasukan jurig cai dan katak guna bersihkan sampah-sampah di saluran air tersebut. Sebab, jika terus dibiarkan akan menimbulkan banjir dan air yang menggenangi jalan raya.
“Kesadaran masyarakat belum banyak berubah. Masih banyak sampah rumah tangga di sungai seperti di Kawasan Inhoftank dan Laswi. Kita turunkan pasukan jurig cair dan katak dalam membersihkan saluran sungai,” kata Sekretaris Dinas PU Kota Bandung Agoes Sjafroedin, Selasa (10/1).
Agoes menjelaskan, sampah yang datang kebanyakan dari warga yang berada di sekitar kawasan tersebut. Walaupun tidak menutup kemungkinan datang dari saluran sebelumnya yang bermuara ke titik kumpul.
Menurut dia, sampah yang datang ke titik tersebut tidak pernah berhenti, sehingga pasukan yang ditugaskan harus turun setiap hari. Mengingat volume sampah yang diangkut pada satu titik mencapai lima truk dalam sehari.
Walau demikian, sampah yang diangkut mengalami pengurangan dari yang sebelumnya, dimana satu truk mengangkat enam meter kubik. Akan tetapi, dengan jumlah yang ada belum menunjukan perubahan yang signifikan.
Disinggung upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, pihaknya telah melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada masyarakat dan koordinasi aparat kewilayahan. “Kita sudah melakukan penyuluhan kepada masyarakat, baik langsung maupun melalui media, tapi belum ada hasil yang signifikan,” tutup Agoes. (koe)




