Valuasi Telkom Melejit Jadi 33 Miliar USD

jabartoday.com/ISTIMEWA
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Kinerja luar biasa ditorehkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Itu terlihat pada terjadinya peningkatan posis valuasi pasar lembaga BUMN tersebut.
“Pada April 2015, posisi kami dalam hal valuasi pasar menempati urutan 12. Pada September 2016, berada pada posisi 9. Nilai valuasi pasar pun naik menjadi 33 miliar dolar Amerika Serikat (AS). sebelumnya, senilai 22 miliar dolar AS,” tandas Chief Human Capital Officer (CHCO) Telkom Group, Herdy Rosadi Harman, yang meraih Best Chief Human Officer (Best CHCO) pada ajang BUMN Leaders Award 2016 yang diselenggarakan IPMI International Business School bekerjasama SWA Media, dalam keterangan resminya, Jumat (23/12).
Herdy mengemukakan, pihaknya mampu menyalip operator nomor 2 Tiongkok, China Unicom, yang valuasi pasarnya mencapai 28 miliar dollar AS. Herdy mencetuskan, pihaknya menargetkan Telkom Group menembus 500 besar Fortune. Selain itu, ucap dia, stabil pada 9 besar besar operator telekomunikasi valuasi pasar terbesar Asia Pasifik pada  2020.
Keberhasilan Telkom Group itu, ungkapnya, berkat berbagai upaya. Antara lain, jelasnya, melakukan sejumlah inovasi. Misalnya, melangsungkan pembangunan dalam 3 hal, yaitu sisi people, culture, dan organisasi. Lalu, sambungnya, me-remaping 72 anak usaha PT Telkom berkenaan dengan tata kelola, yang semula strategic guidence menjadi strategic control.
Yang tidak kalah penting, ucapnya, melakukan talent scouting. Lalu, seru dia, menggulirkan kompetisi Socio Digi Leader bagi anak muda yang kreatif dan inovatif. “Termasuk membangun para leader melalui Great People Development Programme (GDP),” sahut dia.
Herdy berpendapat, penghargaan ini sejalan dengan upaya perusahaan menciptakan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) berkelanjutan. Mulai proses rekrutmen, tukasnya, kerja, hingga pensiun.
Berbagai kebijakan dan inovasi itu, terangnya, karena saat ini, persaingan kompetisi menuntut perubahan pola pikir SDM. Yaitu, imbuhnya, mengubah paradigma yang semula Telecomunication Company menjadi Digital Company.  (win) 

Related posts