Transaksi Non-Tunai Rp 7,62 Triliun

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah, termasuk Bank Indonesia (BI) terus menggelorakan dan mengampanyekan sistem pembayaran non-tunai. Salah satu dasarnya, sistem pembayaran non-tunai jauh lebih efektif dan efisien daripada tunai.

Rupanya, upaya BI untuk terus menggalakan pembayaran dan transaksi non-tunai, secara perlahan, berbuah hasil positif. Itu terlihat pada adanya berkembangan transasksi non-tunai yang bertumbuh positif. “Pada 2013, indeksi transaksi non-tunia sebanyak 190. Tahun lalu, naik menjadi 225. Secara nilai, angkanya pun bertumbuh. Pada 2013, nilai transaksi non-tunai sebesar Rp 6,42 triliun. Tahun lalu, bertumbuh menjadi Rp 7,62 triliun,” tandas Kepala Grup Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran (DKSP) BI, Farida Perangin Angin, belum lama ini di BI Kantor Perwakilan Jabar, Jalan Braga Bandung.

Meski demikian, Farida tidak membantah bahwa sejauh ini, masyarakat belum melakukan transaksi non-tunai secara masif. Karenanya, ucap dia, jika perbandingannya dengan beberapa negara kawasan ASEAN, penggunaan transaksi non-tunai di Indonesia masih tertinggal karena persentasenya lebih kecil.

Untuk itu, sahut Farida, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkan sistem transaksi non-tunai. Namun, kata dia, agar terealisasi, perbankan pun harus melakukan berbagai langkah. Di antaranya, sebut dia, memberi beragam kemudahan dan faslitasi masyarakat untuk bertransaksi non-tunai.

Menurutnya, agar pemanfaatan dan penggunaan transaksi non-tunai lebih bertumbuh, sebaiknya, lembaga-lembaga perbankan membidik pasar yang ramai, utamanya, oleh transaksi bernilai besar. Umpamanya, sebut dia, saat ini, negara ini batu akik menjadi salah satu komoditi yang ramai. “Tidak ada salahnya, sistem transaksi perdagangan batu akik menggunakan non-tunai,” ujarnya. (ADR)

 

Related posts