
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Menerbitkan obligasi merupakan sebuah strategi lembaga perbankan guna memperkuat dan memperkokoh keuangannya sehingga dapat menopang kinerja bisnis. Karenanya, beberapa waktu lalu, Bank OCBC NISP menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II, melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah pokok obligasi tersebut bernilai Rp 3 triliun.
“Ternyata, respon investor positif. Itu terlihat pada oversubscribe. Nilainya mencapai Rp 855 miliar,” tandas Corporate Communication Division Head Bank OCBC NISP, Tina Tijntawati, Rabu (11/2).
Dijelaskan, penerbitan Obligasi Berkelanjutan I itu merupakan sesi kedua Penawaran Umum Berkelanjutan. Selama kurun dua tahun mendatang, ungkap Tina, pihaknya memproyeksikan total dana Rp 6 triliun sebagai hasil penerbitan obligasi berkelanjutan tersebut.
Tina menjelaskan, pihaknya menerbitkan obligasi yang terdiri atas 3 seri. Pertama, sebutnya, Seri A. Jangka waktunya 370 hari. Nilainya, lanjut Tina, senilai Rp 1,09 triliun dan suku bunganya 9 persen. Kedua, tambah Tina, obligasi Seri B. Tina meneruskan, jangka waktu obligasi Seri B yaitu 2 tahun dan nilainya Rp 670 miliar dan suku bunganya 9,4 persen. “Ketiga, yaitu obligasi Seri C, yang berjangka waktu 3 tahun. Nilainya Rp 1,23 trliun. Suku bunganya 9,8 persen. Baik Seri A, B, maupun C, pembayaran suku bunga berlangsung setiap 3 bulan,” sebutnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, menambahkan, oversubsribe Obligasi Berkelanjutan I Tahap II bernilai Rp 855 miliar tersebut menjunjukkan bahwa pihaknya mendapat kepercayaan besar. Rencananya, ungkap Parwati, dana penawaran obligasi tersebut pemanfaatannya sebagai penopang kinerja. Bentuknya, ungkapnya, berupa penyaluran kredit. (ADR)





