BI Uji Coba Parkir Non-Tunai

Bank IndonesiaJABARTODAY.COM – BANDUNG — Meningkatkan penggunaan sistem pembayaran non-tunai menjadi salah satu agenda yang diusung pemerintah. Tidak heran, Bank Indonesia (BI) terus melakukan berbagai upaya untuk merealisasikannya. Hal itu pun dilakukan BI Kantor Perwakilan Jabar.

Menurut Kepala BI Kantor Perwakilan Jabar, Rosmaya Hadi, sejauh ini, pemanfaatan sistem transaksi elektronik, khususnya, di wilayah kerjanya, belum optimal. Rosmaya tidak membantah bahwa hingga kini, di wilayah kerjanya, lembaga-lembaga perbankan atau lembaga lain yang berkaitan dan berkepentingan, belum secara optimal menggelorakan gerakan transaksi non-tunai. Rosmaya menilai penggunaan transaksi non-tunai di wilayah kerjanya belum menunjukkan progres positif.

Jadi, tegas dia, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penggunaan transaksi non-tunai. Salah satu bentuknya, tutur Rosmaya, pihaknya melakukan ujicoba pembayaran parkir. “Titik awal uji coba adalah Jalan Braga,” tandas Rosmaya, di BI Kantor Perwakilan Jabar, Jalan Braga Bandung, belum lama ini.

Dia berpendapat, selain Braga, di Kota Bandung, ada kawasan lain yang juga menjadi lokasi potensial sebagai less cash society. Yaitu, sebut Rosmaya, kawasan Pasar Baru, Jalan Oto Iskandardinata Bandung.

Pasalnya, jelas dia, di Pasar Baru, hingga kini, kerap terjadi transaksi jual beli yang melanggar aturan. Yaitu, ungkapnya, menggunakan mata uang Ringgit Malaysia, bukan rupiah. Padahal, tegas dia, hal tersebut jelas tidak boleh dan ada dasar hukumnya. “Karenanya, untuk mengurangi transaksi menggunakan ringgit, para pedagang Pasar Baru bisa bertransaksi non-tunai. Mereka dapat menggunakan kartu kredit atau debet,” tukasnya.

Titik lainnya, imbuh Rosmaya, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB). Rosmaya menilai kampus yang berlokasi di Jalan Ganesa Bandung itu juga berpotensi sebagai kawasan less cash society. (ADR)

 

Related posts