Efek Banjir, Transportasi Rugi Besar

Aldo F Wiyana (jabartoday.com/net)
Aldo F Wiyana
(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Selama beberapa pekan terakhir, hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah di negara ini, tidak terkecuali Jabar dan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Tingginya curah hujan menyebabkan sejumlah titik di Nusantara pun terkena efek negatif, yaitu banjir. Adalah Jakarta yang selama beberapa tahun terakhir menjadi ‘langganan’ banjir saat musim hujan. Tahun ini pun, Jakarta kembali direndam banjir di beberapa titik.

Tentunya, secara ekonomi dan bisnis, terendamnya Jakarta berefek negatif. Satu sektor yang terkena imbas banjir Jakarta yaitu transportasi. “Benar. Jakarta banjir imbasnya bagi transportasi cukup besar. Contohnya bisnis travel. Akibat banjir, terjadi penundaan keberangkatan,” tandas Ketua Himpunan Pengusaha Travel (HIPATRA) Bandung, Andrew Aristianto, belum lama ini.

Memang, kata Andrew, banjir tahun ini tidak seperti 2014, yang kondisinya lebih parah. Akan tetapi, sambungnya, tetap saja, para pebisnis travel mengalami kerugian. Andrew menyebutkan, secara nominal, para pebisnis travel mengalami kerugian yang tidak sedikit. Dia memprediksi, kerugian materi yang dialami pebisnis travel akibat banjir Jakarta dapat mencapai Rp 1 miliar setiap harinya.

Efek negatif akibat banjir yang melanda Jakarta juga diakui Dewan Pertimbangan DPD Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) Jabar, Aldo F Wiyana. Pendapatnya, dampak terendamnya Jakarta tidak hanya dirasakan angkutan penumpang. Akan tetapi, imbuh Aldo, angkutan barang dan logistik pun mengalami kerugian.

Dia memperkirakan, nilai kerugian transportasi akibat terendamnya Jakarta tergolong besar. Di Jabar, sebut dia, sejauh ini, terdapat sekitar 40 ribu armada angkutan. Rata-rata, lanjutnya, pendapatan kotor setiap armada sekitar Rp 3 juta per hari. Adanya bencana banjir di Jakarta, sekitar 25 persennya tidak dapat beroperasi. “Apabila mengacu pada asumsi itu, kerugian sektor transportasi, baik angkutan penumpang maupun barang, totalnya dapat mencapai Rp 10 miliar per hari,” seru Aldo.

Aldo berharap banjir yang melanda Jakarta segera usai dan tidak berlangsung lama seperti 2014. Pasalnya, jelas dia, jika berlangsung lama, efeknya tidak hanya dirasakan dunia transportasi, tetapi juga sektor ekonomi lainnya. Bahkan, tuturnya, termasuk bidang-bidang lain, seperti pendidikan, pemerintahan, dan lainnya. (ADR)

 

Related posts