Jakarta Terendam, Industri Jabar Rugi Puluhan Miliar

Dedy Widjaja
Dedy Widjaja

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Selama beberapa pekan terakhir, hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah di negara ini. Tingginya curah hujan tersebut menyebabkan berbagai daerah terendam banjir. Satu di antaranya yang kerap menjadi ‘langganan’ banjir adalah Jakarta. Sejauh ini, terdapat banyak titik rawan banjir di Jakarta. Tentu saja, kondisi itu berdampak negatif bagi berbagai sektor, tidak terkecuali perekonomian. Jabar.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Dedy Widjaja, menyatakan, banjir yang melanda Jakarta selama beberapa hari terakhir memang berakibat negatif bagi sektor usaha dan industri tatar Pasundan. Menurutnya, secara ekonomi, kondisi di Jakarta tersebut menyebabkan dunia usaha dan industri Jabar merugi.

“Nilai kerugian besar. Secara pastinya, kami belum dapat mengetahui nilai kerugiannya. Tapi, perkiraan kami, kerugiannya dapat mencapai puluhan miliar setiap hari. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, bisa mencapai ratusan miliar rupiah,” tandas Dedy, Kamis (12/2).

Dedy mengatakan, kerugian yang dialami industri dan dunia usaha Jabar itu terjadi karena sistem pendistribusian terhambat, tidak hanya melalui jalur darat, tetapi juga penyeberangan, baik yang bersifat antarpulau, maupun ekspor. Selama ini, ucap Dedy, pendistribusian barang antarpulau dan ekspor, Jabar melakukannya melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Banjir yang melanda Jakarta, lanjut Dedy, membuat pengiriman barang melalui Tanjung Priok tertahan. Hal itu, ujarnya, menyebabkan terjadinya keterlambatan. Akibatnya, sambung Dedy, para pengusaha terkena penalti. Itu belum termasuk biaya dan risiko lainnya, satu di antaranya, yang tidak kalah penting, yaitu kepercayaan para buyer.

Kerugian pun tidak hanya materi, tetapi juga lainnya, misalnya, potensi bisnis. Sebagai contoh, ucap Dedy, rencananya, pihaknya melakukan pertemuan bisnis di Jakarta. Namun, tambahnya, semuanya batal karena kondisi dan situasi di Jakarta tidak memungkinkan.

Dedy berpendapat, permasalahan industri dan dunia usaha Jabar jika berkaitan dengan Jakarta, tidak hanya saat terjadinya banjir. Pasca banjir pun, tuturnya, permasalahan tetap ada. Misalnya, kondisi infrastruktur, seperti jalan. Tidak tertutup kemungkinan, sahutnya, banyak ruas jalan yang rusak. “Ini pun menimbulkan masalah. Karenanya, perlu langkah-langkah strategis pemerintah untuk mendukung dunia usaha sehingga roda ekonomi terus bergulir,” tutup Dedy. (ADR)

 

Related posts