Terima Staf Khusus Presiden, Emil Sebut Jabar Terapkan Equal Employment Opportunity

  • Whatsapp
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menerima kunjungan Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (28/5/2021).

JABARTODAY.COM – BANDUNG Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sangat mendukung pembentukan Komisi Nasional Disabilitas. Pasalnya, hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2020 tentang KND.

Dukungan tersebut disampaikan langsung dirinya saat menerima kunjungan kerja Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (28/5/2021).

“Saya mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat gembira dan mendukung akan lahirnya komisi disabilitas yang diamanatkan undang-undang dan peraturan presiden,” ucap Emil, sapaan akrabnya.

Dia menuturkan, Jabar menerapkan prinsip equal employment opportunity, di mana setiap pekerja mendapat hak, perlakuan, dan kesempatan yang sama atas pekerjaan, termasuk bagi penyandang disabilitas.

Jawa Barat sebenarnya sudah melakukan jauh-jauh hari, edaran agar perusahaan punya kebijakan yang namanya equal employment opportunity untuk memastikan tidak ada diskriminasi dan ada keadilan. Selama penyandang disabilitas itu memenuhi kriteria untuk pekerjaan yang dibutuhkan,” bebernya.

Baca Juga

Tak hanya itu, dia mengemukakan, bila pihaknya sedang mempersiapkan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi penyandang disabilitas sesuai dengan situasi dan kondisi di daerah.

“Mungkin secepat-cepatnya dalam 2-3 minggu ini kita lakukan. Kita akan mendata, sehingga mereka penyandang disabilitas dan rentan. Karena pelayanan publik bersentuhan dengan kegiatan masyarakat,” cetusnya.

Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia berharap bisa terus mendapat dukungan dari Pemprov Jabar agar dapat mengimplementasikan program-program untuk penyandang disabilitas di wilayah ini.

“Harapannya adalah, kita berharap kepala daerah jabar dapat mendukung dan mengimplementasi program-program penyandang disabilitas dengan merangkul dan mengikutsertakan disabilitas, sehingga membentuk Indonesia yang lebih inklusif,” katanya. (*)

Related posts