Tepis Minim Sosialisasi Styrofoam

imagesJABARTODAY.COM – BANDUNG Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota Bandung Hikmat Ginanjar menepis soal minimnya sosialisasi kebijakan penggunaan styrofoam.

Hikmat menegaskan, sosialisasi kebijakan penggunaan styrofoam di Kota Bandung, terus dilakukan sejak kebijakan tersebut mulai diefektifkan per 1 November lalu.

“Pelarangan penggunaan styrofoam, tidak sekaligus, tetapi bertahap sampai masyarakat tidak lagi menggunakannya,” ujar Hikmat, di sela pertemuan dengan Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), Jumat (4/11).

Dia menjelaskan, sosialisasi larangan penggunaan styrofoam terus berjalan. Seperti hari ini, tim BPLH Kota Bandung mendatangi grosir-grosir penjual styrofoam.

Poin pentingnya, BPLH tidak bosan-bosan akan terus memberikan edukasi terkait dampak buruk pemakaian styrofoam bila digunakan dalam jangka panjang. “Pada akhirnya, bagaimana styrofoam tidak lagi diedarkan kepada masyarakat. Saya kira mereka bisa memahami dan mengerti soal kebijakan pemerintah ini,” ucap Hikmat.

Terlepas dari itu, Hikmat berterima kasih atas peran serta masyarakat ikut mengawasi peredaran styrofoam, untuk selanjutnya tidak lagi digunakan. “Masyarakat harus terus mengingatkan, sebab styrofoam bisa merugikan, baik dari aspek lingkungan dan kesehatan,” pungkas mantan Kepala Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran itu. (koe)

Related posts