Tarif Naik, Wisatawan Tangkuban Parahu Drop

foto: WEB
foto: WEB

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Beberapa waktu lalu, pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu menaikkan tarif masuk, baik bagi wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Saat ini, tarif untuk wisdom, pada weekday senilai Rp 25.000 per orang dan Rp 35.000 per orang saat weekend dan long weekend. Sedangkan tarif bagi wisman, saat weekday sebesar Rp 200.000 per orang. Sementara saat weekend dan long weekend, tarif bagi wisman sejumlah Rp 300.000 per orang.

Tidak hanya tarif yang melejit, khusus wisman, ada tarif lainnya apabila mereka berkeinginan melihat dan menikmati keindahan Kawah Domas. Nilai tarifnya sebesar Rp 250.000 per orang. Selain itu, tarif parkir kendaraan pun kini mahal, yaitu senilai Rp 25.000.

Adanya kenaikan-kenaikan dan tarif tambahan tersebut, para pebisnis travel dan biro perjalanan wisata berkeberatan mengantar para wisatawan untuk melancong ke TWA Gunung Tangkuban Parahu. “Minat wisatawan ke Tangkuban Parahu pasca kenaikan tarif mengalami kemerosotan yang signifikan. Soalnya, sekali masuk, tarifnya luar biasa mahal, yaitu dapat menghabiskan Rp 600.000. Ini merugikan. Soalnya, TWA Gunung Tangkuban Parahu merupakan salah satu andalan destinasi wisata,” tandas Pemilik Aria Travel, Kuswara, belum lama ini.

Ironisnya, lanjut dia, apa yang ditawarkan TWA Gunung Tangkuban Parahu tidak ada pilihan lain. Padahal, ucap dia, pengelola taman wisata tersebut dapat mendirikan atau membangun obyek wisata lain sehingga dapat menarik minat para wisatawan.

Menurutnya, saat ini, tarif masuk TWA Gunung Tangkuban Parahu jauh lebih mahal daripada tarif obyek wisata lainnya. Karena itu, jelasnya, opsi para pebisnis travel dan biro perjalanan wisata adalah membawa dan mengajak para wisatawan ke lokasi lain, yang berlokasi di kawasan Bandung Selatan, seperti Kawah Putih, Ranca Bali, dan Walini.

Mengomentari hal itu, ekonom Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Acuviarta Kartabi, berpendapat, turunnya animo wisatawan ke TWA Gunung Tangkuban Parahu berpotensi menimbulkan efek lainnya, khususnya, bagi dunia pariwisata Jabar. Imbas terdekat, kata dia, dapat dirasakan para pelaku usaha, khususnya, skala mikro, kecil, dan menengah (MKM), yang berada di sekitar kawasan wisata tersebut. “Sebaiknya, pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu melakukan kaji ulang kenaikan tarif masuk. Ini penting agar tingkat kunjungan wisata tetap terjaga,” tutup Acu, sapaan akrabnya. (ADR)

Related posts