Tak Sekedar Kasih Sanksi, Pemprov Jabar Juga Berikan Masker

Ilustrasi (istimewa)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak sekedar menerapkan sanksi bagi masyarakat yang tidak gunakan masker di ruang publik. Namun, Pemprov menyiapkan masker bagi masyarakat agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pemprov Jabar memasukkan lima buah masker dalam paket bantuan sosial tahap II. Terdapat 1.392.407 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) Non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai penerima bansos tahap II.

Ketua Divisi Pemberdayaan Aparatur, Non Aparatur, dan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Ketua Tim Penyaluran Bansos Provinsi Jabar Dudi Sudradjat Abdurachim mengatakan, masker dipilih menjadi komoditas bansos guna menyambut adaptasi kebiasaan baru (AKB).

“Ada penambahan masker untuk mengantisipasi AKB. Itu atas dasar kesepakatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar,” ujar Dudi, Jumat (17/7/2020).

Pemakaian masker amat krusial pada masa AKB. Saat kegiatan ekonomi dibuka bertahap dan masyarakat mulai beraktivitas, penggunaan masker dapat menekan risiko penularan virus corona baru di ruang publik.

Berita Terkait

Maka itu, Pemprov Jabar mewajibkan pemakaian masker bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang publik. Pelanggar aturan tersebut bisa dikenai sanksi, mulai dari kerja sosial sampai denda. Regulasi pun terus dimatangkan.

Pemberlakuan sanksi tersebut bertujuan meningkatkan kedisiplinan masyarakat terapkan protokol kesehatan di ruang publik. Sebab, kedisiplinan masyarakat amat penting dalam pencegahan penularan Covid-19.

Selain melalui bansos, penyediaan masker dilakukan Pemprov Jabar dengan membeli 10 juta masker produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pembelian masker juga mampu merangsang UMKM Jabar yang terpuruk karena pandemi.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji menambahkan, pembelian masker UMKM ini dibagi dua tahap. Tahap pertama masker yang dibeli sebanyak 2 juta masker dari 200 UMKM. Sementara pada tahap dua dipesan 8 juta masker dari sekitar 400-500 UMKM.

“Tahap pertama ini sudah dilakukan. Masker sudah didistribusikan  ke lembaga, dinas, pasar, pesantren, dan lainnya. Tanggapan dari UMKM bagus ya. Minimal tukang jahit tertolong, produksi bangkit lagi, yang kerja juga tertolong dan ada keuntungan,” imbuhnya.

Selama empat bulan pandemi, tercatat 37.119 UMKM di 27 kabupaten/kota terpuruk. Berdasarkan survei pada April atau satu bulan setelah kasus positif pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020, 97 persen UMKM menurun produksinya dan 40 persen diantaranya bahkan berhenti beroperasi. (*)

Related posts