
JABARTODAY.COM – BANDUNG Mencari sosok potensial sebagai pemimpin di masa depan, menjadi salah satu tujuan dari program Studeren in Nederland (Stuned). Program ini adalah beasiswa dari pemerintah Belanda yang bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, sehingga memiliki daya saing di tingkat regional, juga internasional.
Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indy Hardono menyatakan, program ini juga dalam rangka mempererat kerja sama antara Indonesia-Belanda, khususnya dalam bidang pendidikan. “Kriteria utama (penerima beasiswa) adalah keunggulan, terutama yang berkaitan dengan bidang area kerja sama Indonesia dan Belanda, seperti budaya, hukum, atau infrastruktur,” ujar Indy, di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Selasa (7/2).
Secara umum, melalui program ini pihaknya mencari sosok yang potensial menjadi pemimpin di masa depan, tidak hanya unggul dalam akademis, tapi juga non-akademis. Namun, untuk mendapat beasiswa Stuned, para calon penerima beasiswa harus diterima di perguruan tinggi di Belanda. “Tapi, tetap akan diseleksi, bakal dilihat seperti prestasi dalam keorganisasian,” tukas Indy.
Untuk sekarang, diterangkan Indy, disesuaikan dengan tujuan partnership Indonesia dan Belanda, sebelumnya hanya berupa bantuan. Indy menyebut, semua universitas di Negeri Kincir Angin terbuka untuk pendaftaran program Stuned. “Untuk 2016-2018, dana totalnya 8 juta euro, memang tidak besar namun signifikan untuk pengembangan pendidikan,” tandas dia. (vil)





