Thursday , 21 November 2019
Home » Headline » Siti Zuhro: Perkembangan Demokrasi Indonesia Memprihatinkan

Siti Zuhro: Perkembangan Demokrasi Indonesia Memprihatinkan

Prof. Dr. R. Situ Zuhro (dok. JPNN)

JABARTODAY.COM – Profesor Riset dari LIPI, Prof. Dr. R. Siti Zuhro menyatakan sangat prihatin dengan perkembangan demokrasi di Indonesia. Walaupun demikian dari beberapa hal Zuhro mengakui terdapat kemajuan disana-sini yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh komponen bangsa.

Pernyataan itu disampaikan menjawab pertanyaan wartawan Jabartoday.com, seputar perkembangan demokrasi di Indonesia pasca reformasi bergulir sejak 1998. Siti Zuhro menegaskan pentingnya sinergitas  dan pelibatan masyarakat, baik dalam membangun demokrasi maupun dan pemerintahan.

“langkah itu penting dilakukan karena sangat diperlukan, sehingga terjadi pola relasi yang saling memperkuat (empowering) antara pemerintah/pemda dan rakyat. Tanpa sinergitas seperti itu kita akan set back, dan itu sangat berbahaya,” jelas Zuhro.

Siti Zuhro juga menegaskan pentingnya membangun budaya demokrasi ala Indonesia yang dilandasi oleh Pancasila, dan dikawal oleh UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.  Demokrasi yang dibangun dan didukung penuh oleh nilai-nilai budaya politik domestik. “Yaitu demokrasi yang memiliki rohnya sendiri di bumi pertiwi, dimana rakyat bisa merayakan kepemilikannya dan tak merasa tercerabut dari akarnya,” cetus peneliti senior LIPI ini.

Pengalaman Indonesia menunjukkan, kata Zuhro,  bahwa demokrasi saja tak cukup. Demokrasi dan wawasan kebangsaan harus saling melengkapi. “Praktek demokrasi yang tak dilandasi oleh wawasan kebangsaan yang memadai akan membuat demokrasi tak membumi dan menghasilkan model demokrasi prosedural saja,” jelasnya.

Menurut alumnus Curtin University, Perth, Australi ini, demokrasi akan sarat dengan distorsi ketika nilai-nilai kebangsaan/keindonesiaan dinafikan dan dilupakan oleh para elite dan aktor politik serta masyarakat. Semakin besar penafian terhadap nilai-nilai kebangsaan yang kita miliki dan juga lemahnya penegakan hukum yang ada, maka akan semakin distortif pula praktek demokrasi di Indonesia.

“Hal ini akan mengakibatkan tidak efektifnya kinerja lembaga eksekutif,  legislatif dan yudikatif. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan dilandasi oleh Pancasila, kita dorong praktek demokrasi yang lebih beretika, berkualitas, sehat dan bermartabat,” jelasnya.

Zuhro menandaskan pentingnya praktek demokrasi ala Indonesia yang didukung penuh oleh semua warga masyarakat. Yaitu suatu demokrasi yang mencerminkan perpaduan antara karakteristik dan kekhasan daerah-daerah (kedaerahan) dengan nilai-nilai wawasan kebangsaan. (jos)