Setelah Malaysia, OJK Segera Bersepakat dengan Thailand

  • Whatsapp

jabartoday.com/erwin adriansyah
jabartoday.com/erwin adriansyah
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Demi memperkuat daya saing pada era persaingan global, jalinan kerjasama menjadi salah satu hal penting, termasuk dalam bidang jasa keuangan, semisal perbankan. Karenanya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan berbagai langkah dan upaya untuk mendongkrak daya saing perbankan nasional menyikapi bergulirnya ajang ASEAN Economic Community (AEC) bidang perbankan pada 2020.

“Dalam waktu dekat, perbankan Indonesia yang beroperasi di Malaysia, mendapat perlakuan sama dengan perbankan lokal (Malaysia). Insyaallah, bulan depan, kami menandatangani kesepakatan dengan Malaysia. Itu termasuk kerangka AEC bidang perbankan,” tandas Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Darmansyah Hadad, pada sela-sela Fun Walk ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia)-bank bjb (PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk), di Monumen Perjuangan, Jalan Dipatiukur Bandung, Sabtu (27/2).

Setelah Malaysia, lanjut Muliaman, pihaknya berencana melakukan kerjasama bilateral dengan beberapa negara ASEAN lainnya. Yang terdekat, ungkapnya, adalah Thailand. “Kami pun melakukan hal sama dengan Singapura. Tapi, sejauh ini, kami masih terlibat pembicaraan dan pembahasan alot dengan Singapura,” tuturnya.

Muliaman mengakui bahwa salah satu kendala perbankan di tanah air yaitu tingkat suku bunga. Menurutnya, pihaknya menginginkan akhir tahun ini, suku bunga perbankan mencapai single digit atau di bawah 10 persen, seperti halnya yang diberlakukan perbankan negara-negara ASEAN lainnya. Namun, katanya, untuk merealisasikannya, tidak dapat secara sekaligus, tetapi bertahap.

“Tidak mungkin Indonesia mengikuti AEC atau Trans Pasific (Kerja sama ekonomi negara-negara Pasifik) tanpa persiapan. Untuk itu, pemerintah berkomitmen membangun daya saing. Satu di antaranya, rendahnya suku bunga,” paparnya. Diutarakan, upaya-upaya menurunkan suku bunga itu diupayakan pemerintah melalui berbagai program. Muliaman berpandangan, akan menjadi lebih efektif apabila segala sesuatunya terintegrasi.

Dia menilai, jika suku bunga rendah, ekonomi dapat lebih bergerak. Itu karena, jelasnya, tercipta pertumbuhan penyaluran kredit. Karenanya, imbuh dia, pihaknya pun melakukan upaya-upaya berkenaan dengan kredit. Selain soal suku bunga, sahut dia, pihaknya pun memperlebar akses pembiayaan di daerah-daerah. “Pemerintah pun membuat prioritas, semisal, pada sektor maritim, ekonomi kreatif, dan lainnya. Itu menjadi bagian upaya meningkatkan penyaluran kredit,” tutupnya. (ADR)

Related posts