Friday , 22 November 2019
Home » Headline » Seperti Orang Gila dalam Peribahasa Tiongkok Kuno

Seperti Orang Gila dalam Peribahasa Tiongkok Kuno

T. Taufiqulhadi Wakil Ketua Pansus KPK dan Anggota Komisi III DPR (dok.jabartoday.com)

Oleh: T. Taufiqulhadi

(Anggota Komisi III, Wakil Ketua Pansus KPK)

 

Ketika Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman datang memenuhi undangan Pansus Angket DPR untuk KPK untuk menyampaikan sejumlah sejumlah sisi gelap dalam tubuh internal KPK, banyak pihak yang mengecam dengan mempersalahkan Pak Aris. Kenapa Dirdik itu bersedia hadir ke Pansus tanpa ijin.

Padahal pandangan orang dalam KPK, lembaga yang selalu tertutup itu, sangat penting bagi publik. Publik harus tahu apa sesungguhnya yang terjadi dalam tubuh  KPK. Karena persoalan dalam internal KPK sangat berpengaruh terhadap out put lembaga tersebut. Dirdik ini telah menunjukkan sejumlah problem mendasar dalam KPK.

Ternyata dalam tubuh KPK itu terjadi friksi-friksi yang sangat tajam,  yang disebutkannya sebagai “klik”. Salah satu “klik” yang dipimpin penyidik Novel Baswedan berkembang menjadi sangat powerful. “Klik” ini selain mem-by pass kebijakan-kebijakan para direktur, juga melakukan fitnah keji terhadap kolega sendiri dalam direktorat penyidikan yang tidak mereka  sukai. Fitnah itu di antaranya seperti kepada Brigjen Aris.  Brigjen Aris disebut  menerima uang suap Rp 2 miliar, dan secara diam-diam menemui anggota DPR.

Ketika Dirdik ini melaporkan kepada komisioner, komisioner bertindak dengan mengeluarkan surat peringat  (SP1) dan SP2. Tapi  Novel yang tidak senang keputusan pimpinan KPK itu memprotes surat peringatan tersebut. Pimpinan KPK pun terkejut dan takut. Surat peringatan itupun dicabutnya kembali semua.

Brigjen Aris yang dedikatif dan punya integritas  menunjuk semua itu kepada publik melalui Pansus dengan maksud memperbaiki KPK agar KPK lebih baik ke depan. Tapi siapa nyana, sejumlah pihak termasuk embedded NGO, seperti ICW, bereaksi keras. Reaksi tersebut persis orang gila dalam peribahasa Tiongkok Kuno. Peribahasa tersebut mengatakan: “ketika orang menunjuk bulan, orang gila saja yang melihat ke arah telunjuk, bukan ke arah bulan.***