Thursday , 21 November 2019
Home » Ekonomi » KPPU dan KADIN PB Sepakat Berantas Mafia dan Kartel

KPPU dan KADIN PB Sepakat Berantas Mafia dan Kartel

Kesepakatan KADIN PB dan KPPU Berantas Mafia dan Kartel (dok. Kadin PB)

JABARTODAY.COM – Kamar Dagang dan Industri Paradigma Baru (Kadin PB) bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersepakat untuk membangun kerja sama strategis guna memberantas mafia dan kartel. Kerjasama tersebut bersifat strategis, berkelanjutan dan berjangka panjang.

Wakil Ketua Umum Kadin PB Zainal Bintang,  Kamis (31/8) di Jakarta mengatakan, kesepakatan itu terjadi setelah terdapat kesepahaman antara KPPU dengan pihak Kadin PB terkait pentingnya misi memberantas mafia kartel, monopoli dan oligarki.

“Sampai saat ini praktik mafia kartel, monopoli, dan ologopoli itu masih merajalela, dan selalu mengangkangi dunia usaha Indonesia, itu yang kami sepakati untuk sama sama dilawan,” jelas Zainal Bintang.

Menurut Zainal, Kadin PB tersebut dimotori Oesman Sapta Odang pada 2013. Para pengurusnya diberi misi dan tugas yang tegas dan jelas untuk memberdayakan dan sekaligus melindungi pelaku UMKM.

Sebelum dengan KPPU, Kadin PB yang dipimpin Eddy Ganefo itu juga sudah membanun kerjasama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk kegiatan membangkitkan perekonomian rakyat di daerah-daerah.

“Tujuan utamanya  membangkitkan perekonomian kerakyatan di daerah dan memperkuat eksistensi UMKM. Kami ingin membenahi dan menata dunia bisnis yang saat ini cenderung  tidak sehat dan meresahkan masyarakat,” jelas Zainal yang juga politisi senior Partai Golkar itu.

“Nasib pelaku UMKM selama ini hanya sebagai pelengkap penderita. Dengan adanya kesepakatan Kadin PB dan KPPU, ke depan langkah pemberantasan praktek jahat seperti monopoli, kartel dan oligarki dunia usaha akan semakin dipertajam,” ujar Bintang.

Zainal mengungkapkan keprihatinannya melihat praktek kartel, oligopoli dan monopoli, terutama bahan pokok, telah membuat pengusaha kecil atau UMKM tidak dapat berkembang, bahkan semakin terpuruk. “Mereka kini banyak yang tumbang dan nasibnya semakin terpuruk,” tegas Zainal. (jos)