Rp 1,5 Triliun Untuk Subsidi KA

PT Kereta Api Indonesia (Persero).
PT Kereta Api Indonesia (Persero).

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Untuk meringankan beban masyarakat, yang saat ini, harus merogoh kocek lebih dalam sebagai efek kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan elpiji 12 kilogram, khusus sektor transportasi darat, utamanya, kereta api (KA), pemerintah akhirnya memutuskan untuk menggulirkan public service obligation (PSO) alias subsidi kereta api, utamanya, kelas ekonomi.

“Putusan pemerintah tersebut mengacu pada Daftar Isian Anggaran. Nomornya SP DIPA-999.07.1957337/2015 dan Peraturan Menteri (Permen) 5/2014. Isinya, pemberian subsidi melalui Kementerian Perhubungan. Pemberian itu resmi bergulir pasca penandatanganan kontrak PSO tentang Perkeretaapian bernomor PL.102/A.1.DJKA.1.15 dan Nomor HK.221/I/I/kKA/2015 tertanggal 2 Januari 2015,” tandas Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Zunerfin, di tempat kerjanya, Kamis (8/1).

Zunerfin meneruskan, berdasarkan kesepakatan kontrak yang ditandatangani Direktorat Jenderal KA Kementerhian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko, dan Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, nilai PSO yang dikucurkan pemerintah bagi KA ekonomi tahun ini angkanya mencapai Rp 1.5 triliun. Dijelaskan, nilai PSO tersebut melebihi penyaluran tahun lalu sebesar Rp 240 miliar. Dijelaskan, lebih besarnya PSO tahun ini berdasarkan beberapa hal. Di antaranya, jelas dia, inflasi sebagai efek kenaikan TDL, harga jual bahan bakar minyak (BBM) subsidi, dan lainnya.

Alokasi terbesar, jelas Zun, sapaan akrabnya, peruntukannya bagi Commuter Line Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) senilai Rp 754,23 miliar. Sisanya, kata Zun, adalah bagi KA jarak sedang. Nilainya, sebut dia, Rp 131,85 miliar. Untuk KA jarak dekat, sahut dia, nilai PSO berjumlah Rp 464,47 miliar. “PSO KA jarak jauh senilai Rp 115,06 miliar. Sedangkan bagi KRD ekonomi bernilai Rp 44,30 miliar. Sementara bagi KA angkutan Idul Fitri 2015, nilai PSO sebesar Rp 13,79 mliar,” ungkapnya.

Khusus PT KAI Daop 2 Bandung, aku Zun, sejauh ini, pihaknya belum mengetahui berapa nilai alokasinya. Pihaknya, tuturnya, masih menunggu putusan PT KAI. Namun, kata Zun, prediksinya, nilai PSO 2015 bagi PT KAI Daop 2 lebih besar daripada 2014. Tahun lalu, sebut Zun, nilai PSO bagi PT KAI Daop 2 sekitar Rp 5 miliar.

Di wilayah kerja PT KAI Daop 2 Bandung, seru Zun, ada beberapa rangkaian KA yang mendapat suntikan PSO. Yaitu, kata dia, untuk KA ekonomi jarak jauh, yang bertolak dari Stasiun Kiaracondong Bandung, antara lain, KA Kahuripan (Bandung-Kediri), KA Pasundan (Bandung-Surabaya), dan Kutojaya Selatan (Bandung-Kutoarjo). Khusus KA ekonomi jarak jauh, PSO berlaku mulai 1 Maret 2015.

Selain KA ekonomi jarak jauh, tambahnya, KA jarak dekat dan KRD ekonomi pun mendapat PSO. Untuk dua jenis rangkaian tersebut, ungkapnya, pemberlakuan PSO mulai 1 Januari 2015. (ADR)

Related posts