Remisi Hari Anak Nasional 2020, Uu Soroti Pentingnya Pendidikan

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum menghadiri Acara Penyerahan Remisi Anak dalam rangka “Hari Anak Nasional dan Penguatan Sekolah Mandiri Merdeka Belajar Bagi Anak, di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), di LPKA Kelas II Bandung, Sukamiskin, Kota Bandung, Kamis (23/7/2020). (foto: humas jabar)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap, bekal pembinaan, pendidikan, juga penggalian potensi dan bakat anak selama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak membuat mereka bisa menjadi pribadi yang memiliki keahlian dan siap menjalani kehidupan.

Hal ini disampaikan dirinya saat menghadiri Acara Penyerahan Remisi Anak dalam rangka Hari Anak Nasional dan Penguatan Sekolah Mandiri Merdeka Belajar bagi Anak, di LPKA Kelas II Bandung, Kamis (23/7/2020).

Dalam rangka Hari Anak Nasional kali ini, sebanyak 59 anak di Jabar, 35 di antaranya dari LPKA Kelas II Bandung, termasuk dalam 857 anak di sejumlah lembaga pemasyarakatan di Indonesia yang mendapatkan remisi alias pengurangan masa hukuman.

“Selamat Hari Anak Nasional, mudah- udahan anak Indonesia tangguh dan semakin hebat. Generasi merekalah yang akan menyambung estafet pembangunan,” ucap Uu.

Pada momen Hari Anak Nasional ini, Uu menerangkan, anak merupakan amanah dari Tuhan kepada orangtua. Untuk itu, anak harus mendapatkan pendidikan dimulai dari dalam keluarga. Dia pun mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan pendidikan kepada anak. Dirinya pun menekankan pentingnya membangun kesadaran para orangtua terhadap pembentukan karakter anak agar keluarga mampu menghadirkan generasi penerus bangsa yang tangguh, berdaya saing, sekaligus berakhlak.

Baca Juga

“Saya mengingatkan kembali, mari kita kuatkan fungsi keluarga. Pendidikan akhlak dan karakter itu dimulai dari keluarga. Diharapkan dimulai dari keluarga, hadir generasi yang berakhlak dan kompetitif,” cetusnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Reinhard Silitonga mengemukakan, berdasarkan undang-undang, seorang anak mendapat pendidikan meskipun sedang menjalani masa hukuman. Maka, terdapat Sekolah Mandiri di setiap LPKA di Indonesia.

“Kami sudah menggelar program Sekolah Mandiri yang digelar berdasarkan program unggulan pada masing-masing. Kegiatannya dilaksanakan berdasarkan metode kreativitas, inovasi, dan kondisi LPKA. Sehingga haknya anak atas pendidikan dipenuhi, meski sedang dalam pembinaan,” klaimnya.

Wali Kota Bandung Oded M Danial pun berharap anak yang mendapat remisi pada momen Hari Anak Nasional 2020 bisa semakin pribadi yang baik dan bermanfaat bagi sesama. Dia berpesan kepada anak binaan untuk tetap semangat dan optimistis, serta terus mengikuti pendidikan atau pembinaan yang ada di Kota Bandung.

“Mudah-mudahan mereka dapat siap hidup bermasyarakat lagi,” imbuh Oded. (*)

Related posts